Anggota Komisi XII DPR RI, Aqib Ardiansyah, meminta PT PLN dan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara untuk segera menangani masalah sedimentasi di waduk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Mrica. Menurutnya, sedimentasi yang terus menumpuk dapat menurunkan kinerja pembangkit listrik terbesar di Jawa Tengah dan mengancam keandalan pasokan listrik, termasuk percepatan pemerataan energi melalui program listrik desa.
Sedimentasi yang terjadi di dasar waduk PLTA Mrica menyebabkan kapasitas tampung air berkurang sehingga efisiensi pembangkit listrik menurun. Aqib menekankan bahwa jika tidak segera diatasi, hal ini bisa berdampak pada pasokan listrik yang tidak stabil bagi masyarakat Banjarnegara dan sekitarnya.
Untuk mengatasi permasalahan ini, Aqib mengusulkan pengerukan secara berkala untuk mengurangi endapan sedimen. Selain itu, reboisasi di daerah tangkapan air perlu dilakukan untuk mencegah erosi tanah yang menjadi sumber utama sedimentasi. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pihak pengelola PLTA agar penanganan sedimentasi berjalan optimal.
Aqib mengajak masyarakat untuk aktif menjaga lingkungan di sekitar waduk agar tidak memperburuk kondisi sedimentasi. Kerjasama antara pemerintah, pengelola PLTA, dan masyarakat dinilai krusial untuk keberhasilan penanganan masalah ini.
Penanganan sedimentasi di PLTA Mrica menjadi langkah penting untuk menjaga keandalan pasokan listrik di Jawa Tengah, khususnya Banjarnegara. Dengan upaya yang terkoordinasi dan berkelanjutan, diharapkan PLTA Mrica dapat beroperasi optimal dan mendukung pemerataan energi listrik bagi masyarakat.