Sejumlah SPBU swasta milik Shell dan BP-AKR kembali mengalami kelangkaan pasokan bahan bakar minyak (BBM). Gangguan pasokan ini dilaporkan terutama terjadi di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya, berdasarkan pantauan dari keluhan masyarakat melalui akun resmi media sosial kedua perusahaan.
Kelangkaan BBM ini dipicu oleh beberapa faktor, termasuk gangguan dalam rantai distribusi yang menyebabkan keterlambatan pengiriman ke SPBU. Selain itu, peningkatan permintaan yang tak terduga turut memperparah situasi, memaksa beberapa SPBU menutup sementara layanan pengisian BBM.
Kondisi ini berdampak langsung pada konsumen, yang harus mencari SPBU lain dengan stok tersedia, kadang berjarak cukup jauh dari lokasi mereka. Hal ini menimbulkan ketidaknyamanan sekaligus meningkatkan biaya transportasi bagi masyarakat.
Shell dan BP-AKR telah mengambil langkah untuk mempercepat distribusi BBM dan memulihkan pasokan ke kondisi normal. Kedua perusahaan juga bekerja sama dengan pihak terkait untuk mengatasi hambatan dalam rantai pasokan, guna memastikan ketersediaan BBM kembali stabil.
Masyarakat berharap pasokan BBM segera pulih dan layanan SPBU dapat kembali berjalan normal. Pemerintah dan perusahaan terkait diharapkan dapat bekerja sama untuk mencegah terulangnya kelangkaan serupa di masa depan.
Kelangkaan BBM di SPBU Shell dan BP-AKR menekankan pentingnya manajemen distribusi yang efektif serta respons cepat terhadap fluktuasi permintaan. Dengan koordinasi dan langkah tepat, pasokan BBM diharapkan dapat stabil dan berkelanjutan.