Pulau Bali yang terkenal dengan pesona alamnya tengah menghadapi ancaman serius berupa abrasi pantai. Untuk menjawab tantangan tersebut, perusahaan global yang bergerak di bidang gaya hidup dan kesehatan, QNET, bersama Komando Distrik Militer (Kodim) 1611/Badung, kembali melaksanakan kegiatan penanaman mangrove di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Bali.
Puncak kegiatan tahun ini digelar bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, bertempat di Balai Segara Guna, Batu Lumbang, Pemogan, Denpasar Selatan, Kamis (14/8/2025).
Mangrove memiliki fungsi vital sebagai penahan abrasi sekaligus penyerap karbon alami. Selain itu, ekosistem ini menjadi rumah bagi berbagai biota laut dan berperan menjaga keseimbangan lingkungan pesisir. Kehadiran mangrove juga membantu meminimalkan dampak gelombang laut yang berpotensi merusak garis pantai.
Sejak 2022 hingga 2025, lebih dari 4.000 bibit mangrove berhasil ditanam melalui kolaborasi QNET dan Kodim 1611/Badung. Program ini merupakan bagian dari inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) sekaligus mendukung kampanye global QNET Green Legacy yang telah diluncurkan sejak 2021.
Komitmen keduanya tidak hanya berhenti pada penanaman, tetapi juga mencakup pemantauan pertumbuhan dan perawatan mangrove agar manfaatnya berkelanjutan bagi lingkungan.
Program ini mendapat sambutan positif dari pemerintah daerah serta partisipasi aktif masyarakat setempat. Keterlibatan berbagai pihak menunjukkan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga kelestarian pesisir Bali. Pemerintah berharap gerakan ini dapat menjadi contoh nyata bagi daerah lain dalam menghadapi persoalan abrasi.