Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Haryadi, mengungkapkan bahwa sejumlah negara, termasuk Rusia, beberapa negara Eropa, hingga Singapura, tengah menjajaki peluang investasi di Indonesia. Sektor energi, khususnya energi baru terbarukan (EBT), disebut menjadi salah satu yang paling menarik minat para investor asing tersebut.
Bambang menegaskan DPR menyambut baik rencana tersebut karena diyakini mampu memperkuat transisi energi Indonesia menuju energi bersih. Selain meningkatkan kapasitas pembangkit ramah lingkungan, masuknya modal asing ini diharapkan menciptakan lapangan kerja baru dan mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.
Rusia dan negara-negara Eropa yang sudah lama dikenal unggul dalam teknologi energi terbarukan kini menunjukkan keseriusannya untuk berinvestasi di Indonesia. Kerja sama ini dipandang akan membawa manfaat berupa transfer teknologi dan peningkatan kapasitas SDM lokal dalam pengelolaan energi hijau.
Sejumlah proyek yang menjadi perhatian investor mencakup pembangunan pembangkit listrik tenaga surya, angin, dan biomassa. Wilayah dengan potensi energi terbarukan yang besar, seperti pulau-pulau terpencil, menjadi sasaran utama pengembangan. Investor menilai Indonesia memiliki keunggulan karena didukung sumber daya alam melimpah serta permintaan energi yang terus meningkat.
Meski peluang investasi ini menjanjikan, masih terdapat tantangan yang harus diantisipasi, seperti regulasi yang berbelit, keterbatasan infrastruktur, serta aspek lingkungan. Namun, dengan komitmen pemerintah dan dukungan DPR, berbagai kendala ini diharapkan dapat diatasi.
Investasi dari Rusia, Eropa, dan negara lainnya di sektor EBT diyakini menjadi langkah penting dalam mempercepat transisi energi Indonesia. Dengan sinergi antara pemerintah, DPR, dan mitra internasional, Indonesia berpotensi tumbuh menjadi salah satu pusat energi terbarukan di Asia Tenggara sekaligus berkontribusi dalam upaya global menghadapi perubahan iklim.