Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus dipercepat, termasuk proyek-proyek infrastruktur vital yang jarang tersorot publik. Salah satunya adalah Proyek Jaringan Interkoneksi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sepaku Semoi ke IPA Sepaku senilai Rp 445 miliar. Proyek ini dipandang strategis karena akan menjadi penopang utama pasokan air bersih di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.
Meski progres pembangunan telah mencapai sekitar 32 persen, proyek ini masih dihadapkan pada hambatan serius, terutama terkait pembebasan lahan. Proses negosiasi dengan pemilik tanah dan penyelesaian administrasi kerap memakan waktu, sehingga berpotensi menghambat penyelesaian proyek sesuai target.
Ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan mendasar yang akan menentukan keberlangsungan aktivitas pemerintahan maupun kehidupan masyarakat di IKN. Karena itu, pemerintah menaruh perhatian besar pada penyelesaian proyek ini agar infrastruktur air bersih di kawasan inti bisa beroperasi optimal.
Untuk mengatasi kendala tersebut, pemerintah mendorong percepatan proses pembebasan lahan sekaligus memperkuat koordinasi antar instansi terkait. Pelibatan masyarakat lokal juga diintensifkan agar proses pembangunan berjalan lancar tanpa menimbulkan polemik berkepanjangan.
Apabila rampung sesuai jadwal, jaringan interkoneksi IPA ini akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat maupun kawasan IKN. Selain menjamin akses air bersih yang layak, keberadaan infrastruktur ini juga diharapkan mendukung pertumbuhan ekonomi serta mendorong pembangunan berkelanjutan di ibu kota baru.
