PT Freeport Indonesia (PTFI) memberikan pembaruan pasca insiden longsoran lumpur basah yang terjadi di area tambang bawah tanah Grasberg Blok Cave (GBC), Tembagapura, Mimika, Papua. Kejadian ini menyebabkan tujuh pekerja terjebak di dalam area tambang. Hingga hari ketiga setelah insiden, upaya penyelamatan masih terus dilakukan secara intensif.
VP Corporate Communications PT Freeport Indonesia, Katri Krisnati, menyampaikan bahwa Tim Tanggap Darurat PTFI bekerja tanpa henti membuka akses ke lokasi perkiraan keberadaan karyawan. Sejumlah peralatan dikerahkan, termasuk alat berat, bor, dan drone, meski terkendala material basah aktif yang menghambat proses evakuasi. Selain itu, tim juga terus berupaya memulihkan kembali akses komunikasi untuk memudahkan koordinasi penyelamatan.
Sejauh ini, Freeport melaporkan bahwa kondisi tujuh pekerja yang terkena dampak masih dalam pemantauan. Meski tim penyelamat menghadapi tantangan besar, seperti material longsor yang labil serta cuaca yang tidak menentu, upaya terus dilakukan dengan mengutamakan keselamatan baik bagi pekerja maupun tim evakuasi.
Pemerintah daerah bersama masyarakat sekitar memberikan dukungan penuh terhadap operasi penyelamatan ini. Doa dan harapan terus mengalir agar tujuh pekerja dapat segera ditemukan dan diselamatkan dengan selamat.
Insiden longsor di tambang Freeport menjadi pengingat akan pentingnya manajemen risiko di industri pertambangan. Saat ini, fokus utama adalah membuka akses penyelamatan dan memastikan tujuh pekerja yang terdampak dapat segera kembali berkumpul dengan keluarga mereka dalam keadaan selamat.
