Transformasi Transportasi Hijau oleh Pertamina
Pertamina memperkuat komitmennya terhadap transisi energi nasional yang diperintahkan Presiden Prabowo Subianto, khususnya di sektor transportasi, lewat pengembangan biofuel, Sustainable Aviation Fuel (SAF), dan hidrogen hijau. Inisiatif ini dianggap penting dalam mengurangi jejak karbon sekaligus menjamin ketahanan energi.
SAF dan Uji Coba Penerbangan Bioavtur Minyak Jelantah
Pada 20 Agustus 2025, Pelita Air berhasil melakukan penerbangan pulang-pergi Jakarta-Bali menggunakan bioavtur berbasis minyak jelantah (UCO) yang diproduksi Pertamina SAF. Campuran UCO sekitar 2,5%-3% dari total bahan bakar. SAF ini sudah diproduksi di Kilang Cilacap dan memenuhi standar sertifikasi internasional.
Proporsi Konsumsi & Target Pengembangan
Pertamina menyebut bahwa sektor transportasi menyumbang 36% dari total konsumsi energi nasional dan 73% dari konsumsi BBM. Untuk mendukung transisi, mereka juga menyiapkan biodiesel B40, teknologi green refinery, serta ekspansi SAF dan hidrogen.
Inisiatif Hidrogen & Infrastruktur Pendukung
Pertamina sedang mempersiapkan stasiun pengisian hidrogen (Hydrogen Refueling Station – HRS) di Daan Mogot (2026) dan di Jawa Barat (2028), dengan kapasitas pengisian awal 200-500 kg/hari.
Kesimpulan
Dengan langkah nyata seperti penerbangan bioavtur dan pengembangan hidrogen hijau, Pertamina menunjukkan bahwa transisi energi di sektor transportasi bukan sekadar janji, tetapi aksi yang terukur. Transformasi ini diharapkan mempercepat pengurangan emisi, memperkuat ketahanan energi, dan mengurangi ketergantungan impor energi.
