Upaya pengembangan energi di Indonesia terus diarahkan pada pemanfaatan sumber daya tak biasa, termasuk migas non-konvensional (MNK). PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) baru-baru ini menyampaikan perkembangan terkait rencana eksplorasi MNK di Wilayah Kerja (WK) Rokan, Riau—khususnya di sumur Gulamo dan Kelok.
Corporate Secretary PHR Regional 1 Sumatera, Eviyanti Rofraida, menjelaskan bahwa proyek ini masih dalam tahap studi awal dan belum mencapai fase produksi. Rencana pengembangan tersebut juga masih termasuk dalam ruang lingkup kajian yang dilakukan oleh Pertamina Hulu Energi (PHE), selaku induk usaha di sektor hulu Pertamina.
Migas non-konvensional merujuk pada jenis sumber daya energi seperti shale gas, tight oil, dan coal bed methane yang memerlukan teknologi ekstraksi khusus karena karakteristiknya yang berbeda dari migas konvensional. Hal ini membuat proses eksplorasi dan pengembangannya lebih kompleks serta memerlukan investasi yang besar.
Meski menghadapi tantangan, pemerintah dan BUMN energi terus mengupayakan kemajuan teknologi dan regulasi yang mendukung untuk memastikan potensi migas non-konvensional dapat dimanfaatkan secara optimal. Apabila berhasil, pengembangan ini diyakini mampu memperkuat pasokan energi nasional serta menciptakan dampak ekonomi positif di daerah operasional.
