Harga minyak mentah global bergerak stabil setelah investor mencermati prospek melemahnya permintaan di tengah keputusan Arab Saudi memangkas harga sebagian besar jenis minyaknya. West Texas Intermediate (WTI) bertahan di atas level US$62 per barel setelah menguat 0,6% pada sesi sebelumnya, sementara Brent menutup perdagangan mendekati US$66 per barel.
Perusahaan minyak negara Arab Saudi, Saudi Aramco, mengumumkan akan menurunkan harga jual resmi (OSP) untuk seluruh jenis minyak yang dikirim ke Asia mulai bulan depan. Kebijakan ini diambil setelah OPEC+ tetap melanjutkan rencana penambahan pasokan ke pasar pada Oktober, meski sebelumnya pasokan sempat ditahan. Bagi para pelaku pasar di kawasan, langkah ini dianggap sebagai sinyal bearish karena berpotensi mendorong tekanan harga di tengah kondisi pasokan yang melimpah.
Sejumlah analis memperkirakan pasar minyak global bisa menghadapi surplus pasokan hingga akhir tahun ini bahkan berlanjut ke 2026. Situasi tersebut dapat menekan harga lebih rendah, meski Arab Saudi berupaya menjaga daya saing di pasar Asia—wilayah yang menjadi konsumen terbesar minyak mentah dunia.
