PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) tengah meninjau peluang ekspor ke pasar baru di kawasan Asia, menyusul melemahnya permintaan batu bara dari dua importir utama dunia, China dan India. Direktur ITMG, Junius Prakasa Darmawan, menjelaskan bahwa kajian ini dilakukan untuk menjaga kinerja produksi dan penjualan perseroan di tengah tekanan dari turunnya permintaan di pasar tradisional.
Penurunan impor batu bara oleh China dan India dipicu oleh pergeseran kebijakan energi yang lebih ramah lingkungan dan peningkatan pemanfaatan sumber energi terbarukan. Sebagai respons, ITMG berupaya menyesuaikan strategi bisnisnya dengan menjajaki pasar baru yang masih memiliki kebutuhan tinggi terhadap batu bara.
Langkah ekspansi ini tidak hanya memberikan peluang baru bagi perusahaan, tetapi juga menghadirkan tantangan kompetitif. ITMG harus menyesuaikan strategi pemasaran dan memenuhi regulasi di pasar baru agar tetap kompetitif.
Selain itu, perubahan kebijakan energi global yang menekankan keberlanjutan mendorong ITMG untuk berinovasi dalam praktik penambangan dan teknologi yang ramah lingkungan. Perusahaan tetap berkomitmen menjaga prinsip keberlanjutan sambil mempertahankan posisinya sebagai salah satu produsen batu bara terkemuka di Indonesia.
Dengan strategi adaptif dan fokus pada keberlanjutan, ITMG berharap dapat menghadapi dinamika pasar global dan memastikan stabilitas kinerja produksi serta penjualan di tengah perubahan permintaan dunia.
