Emiten batu bara, PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG), tengah meninjau peluang akuisisi sejumlah tambang mineral kritis di Indonesia. Direktur Utama ITMG, Mulianto, menyatakan minat perseroan untuk masuk ke dalam rantai pasok bahan baku elektrifikasi masa depan sebagai alasan utama langkah ini.
Sejumlah mineral kritis yang menjadi fokus perhatian ITMG antara lain nikel, bauksit, dan tembaga. Selain itu, perusahaan juga mempertimbangkan peluang akuisisi tambang emas sebagai bagian dari strategi diversifikasi portofolio.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi ITMG dalam industri pertambangan nasional sekaligus meningkatkan daya saing di pasar global. Proses akuisisi masih dalam tahap kajian menyeluruh, termasuk evaluasi aspek finansial, operasional, dan lingkungan, sebelum keputusan akhir diambil.
Dengan strategi ini, ITMG menegaskan komitmennya untuk beradaptasi dengan kebutuhan pasar dan memperluas kontribusinya dalam mendukung transisi energi nasional. Jika terealisasi, akuisisi tambang mineral kritis ini dapat menjadi pendorong pertumbuhan perusahaan sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok mineral global.
