Fundamental Kuat INCO Menarik Perhatian Investor
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) makin menonjol sebagai salah satu saham pilihan di sektor logam setelah mencatat kinerja operasional solid pada Triwulan II 2025. Produksi nikel matte perusahaan meningkat sekitar 12% YoY, sementara keseluruhan produksi selama paruh pertama tahun ini tumbuh 2% dibandingkan periode sama tahun lalu.
Target Produksi & Realisasi Penjualan
INCO menetapkan target produksi tahun 2025 sebesar 71.234 ton nikel matte. Pengiriman pada kuartal II/2025 juga meningkat ke 18.023 ton dari 17.096 ton pada kuartal sebelumnya, dengan harga realisasi rata-rata sekitar US$12.091 per ton.
Kinerja Keuangan & EBITDA
Pendapatan INCO pada kuartal II 2025 mencapai US$220,2 juta, naik ~7% dari triwulan sebelumnya. EBITDA perusahaan tetap sehat di angka sekitar US$40 juta, dan laba bersih positif tercatat sebesar US$3,5 juta.
Sinyal Positif dari Proyek Hilirisasi & Perdagangan Bijih
Di tengah aksi produksi, katalis positif muncul dari investor dan proyek hilirisasi, termasuk kerja sama Danantara dengan GEM Ltd dalam investasi HPAL senilai US$1,42 miliar, yang akan meningkatkan kapasitas produksi nikel. Selain itu, penjualan bijih saprolite dari tambang Bahodopi ikut memberikan kontribusi signifikan terhadap prospek kinerja keuangan di semester kedua.
Tantangan & Strategi Penguatan
Meskipun terdapat beberapa tantangan—termasuk penurunan laba pada semester pertama dibanding periode sebelumnya—INCO bekerja dengan efisiensi biaya, perbaikan produksi, dan strategi penetapan harga jual nikel matte agar kinerja keuangan bisa membaik di paruh kedua tahun.
Kesimpulan
Dengan kombinasi produksi yang naik, proyek hilirisasi besar, dasar keuangan yang stabil, serta sinyal positif dari pasar saprolite, INCO berpotensi menjadi salah satu saham unggulan Bursa Indonesia di 2025. Investor yang memantau sektor logam bisa memperhitungkan INCO sebagai opsi menarik.
