Kelangkaan & Isu PHK di SPBU Swasta
Beberapa SPBU swasta seperti Shell dan BP-AKR dilaporkan kekurangan stok BBM jenis bensin (misalnya Shell Super, Shell V-Power) sejak akhir Agustus 2025. Isu PHK massal dari petugas SPBU tersebar di media sosial karena gangguan operasional akibat kekosongan stok.
Penegasan Bahlil Soal Kuota Impor & Kolaborasi dengan Pertamina
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menyebut bahwa kuota impor untuk SPBU swasta dinaikkan 110 persen dibanding tahun 2024. Contohnya jika suatu SPBU pada 2024 mendapat kuota 1 juta kl, maka pada 2025 diberikan 1,1 juta kl. Jika masih ada kekurangan stok, SPBU swasta disarankan bekerja sama dengan Pertamina agar distribusi BBM tetap terjaga.
Tanggapan Shell & Penyesuaian Operasional
Shell Indonesia membantah melakukan PHK massal. Mereka mengatakan hanya melakukan penyesuaian operasional, termasuk mengatur ulang jam operasional SPBU dan shift karyawan di lokasi yang stok bensin-nya kosong. Produk bensin tertentu masih kosong sementara, tapi diesel & pelumas tetap tersedia.
Solusi Pemerintah & Pemantauan Ke Depan
Pemerintah membentuk tim khusus untuk memantau situasi kekurangan stok dan kolaborasi antara SPBU swasta dan Pertamina. Jika data kebutuhan dari SPBU swasta dan pasokan Pertamina tersedia, pemerintah akan mengambil langkah impor tambahan satu pintu melalui Pertamina.
Kesimpulan
Isu kelangkaan BBM dan kekhawatiran terhadap PHK di SPBU swasta telah ditanggapi pemerintah melalui peningkatan kuota impor dan opsi kerja sama dengan Pertamina. Meskipun demikian, solusi ini masih tergantung pada implementasi di lapangan dan data kebutuhan yang akurat agar stok BBM tetap aman dan pekerja tidak terdampak.
