Rencana peresmian atau groundbreaking proyek ekosistem baterai terintegrasi yang digarap Indonesia Battery Corporation (IBC) bersama anak usaha Zhejiang Huayou Cobalt Co., atau yang dikenal sebagai Proyek Titan, dipastikan mengalami penundaan. Semula dijadwalkan pada September 2025, acara tersebut mundur ke akhir Oktober hingga awal November 2025.
Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ahmad Erani Yustika, menjelaskan bahwa proyek strategis ini diharapkan segera memasuki tahap groundbreaking pada akhir Oktober 2025 atau paling lambat awal November. Namun, ia tidak merinci alasan pasti mengapa agenda tersebut ditunda dari rencana awal bulan ini.
Penundaan groundbreaking ini menimbulkan perhatian publik mengingat Proyek Titan digadang-gadang menjadi tonggak penting dalam pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik di Indonesia. Proyek tersebut diharapkan dapat memperkuat rantai pasok industri baterai nasional serta mendukung target transisi energi bersih pemerintah.
Meskipun ada penundaan, pemerintah menegaskan bahwa proyek tetap berjalan sesuai jalur strategisnya. Dengan masuknya Huayou Cobalt sebagai mitra global, Proyek Titan diharapkan membawa transfer teknologi, peningkatan investasi, serta mendorong daya saing Indonesia di pasar baterai kendaraan listrik dunia.
Groundbreaking Proyek Titan IBC-Huayou yang semula dijadwalkan September 2025 resmi ditunda ke akhir Oktober atau awal November 2025. Meski alasan penundaan tidak diungkapkan, pemerintah memastikan proyek ini tetap menjadi prioritas utama dalam mewujudkan kemandirian energi dan mempercepat transisi menuju ekonomi hijau.
