Morgan Stanley, salah satu bank investasi terkemuka di Wall Street, baru-baru ini mengumumkan peningkatan proyeksi harga minyak mentah jangka pendek. Keputusan ini diambil setelah Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya memutuskan untuk menghentikan sementara kenaikan produksi minyak. Pada Senin (3/11/2025), Morgan Stanley menyatakan bahwa mereka menaikkan estimasi harga minyak Brent menjadi US$60 per barel untuk semester pertama 2026, naik dari proyeksi sebelumnya sebesar US$57,50.
OPEC dan sekutunya mengumumkan pada Minggu (2/11/2025) bahwa mereka berencana untuk menghentikan sementara peningkatan produksi minyak pada kuartal pertama 2026. Ini merupakan jeda pertama sejak mereka mulai memulihkan pasokan yang terhenti pada April. Analis Morgan Stanley, termasuk Martijn Rats dan Charlotte Firkins, menyebutkan bahwa meskipun pengumuman OPEC tidak mengubah mekanisme prospek produksi mereka, hal itu memberikan sinyal penting bagi pasar. “Dengan keterlibatan OPEC, volatilitas berkurang,” ujar mereka dalam catatan tersebut.
Morgan Stanley juga menyoroti adanya “kesenjangan substansial yang terbuka” antara kuota OPEC dan produksi aktual. Perkiraan bank menunjukkan bahwa peningkatan produksi kelompok tersebut hanya sebesar 500.000 barel per hari (bph) pada periode Maret hingga Oktober, jauh di bawah kenaikan kuota yang diumumkan sebesar 2,6 juta bph.
Harga minyak Brent mengalami kenaikan dan diperdagangkan mendekati US$65 per barel pada Senin. Namun, harga minyak telah merosot 13% sepanjang tahun ini karena munculnya tanda-tanda kelebihan pasokan yang diantisipasi. Morgan Stanley memperkirakan bahwa kelebihan pasokan ini akan mereda pada semester kedua 2027, dan harga minyak akan kembali naik ke US$65 per barel selama periode tersebut.
Keputusan OPEC+ untuk menghentikan sementara kenaikan produksi minyak diharapkan dapat menstabilkan pasar dan mengurangi volatilitas harga. Langkah ini juga memberikan waktu bagi pasar untuk menyesuaikan diri dengan kondisi pasokan dan permintaan yang ada. Bagi para pelaku pasar, penting untuk memantau perkembangan lebih lanjut dari kebijakan OPEC+ dan dampaknya terhadap harga minyak global.
Peningkatan proyeksi harga minyak mentah oleh Morgan Stanley mencerminkan dampak signifikan dari keputusan OPEC+ terhadap pasar minyak global. Dengan adanya jeda dalam peningkatan produksi, diharapkan dapat tercipta keseimbangan baru yang lebih stabil di pasar minyak. Para pelaku industri dan investor perlu terus memantau dinamika pasar dan kebijakan OPEC+ untuk mengambil keputusan yang tepat dalam strategi investasi mereka.
