Arab Saudi, melalui perusahaan minyak negara Saudi Aramco, telah mengumumkan penurunan harga minyak mentah unggulannya, Arab Light, untuk pasar Asia pada bulan Desember. Langkah ini diambil beberapa hari setelah OPEC+ mengumumkan rencana untuk menangguhkan kenaikan pasokan pada awal tahun depan. Menurut daftar yang dilihat oleh Bloomberg, harga Arab Light akan dipangkas sebesar US$1,20 per barel, menjadikannya premi US$1 di atas harga acuan regional untuk bulan berikutnya.
Berdasarkan survei yang dilakukan terhadap perusahaan penyuling dan pedagang minyak, Aramco diperkirakan akan memangkas harga sebesar US$1,25. Penurunan harga ini mencerminkan upaya Arab Saudi untuk menyesuaikan diri dengan dinamika pasar dan menjaga daya saing di tengah tantangan global.
Pada hari Minggu, Arab Saudi bersama beberapa anggota utama OPEC+ lainnya menyatakan bahwa mereka akan menghentikan peningkatan produksi selama kuartal pertama tahun 2026. Keputusan ini diambil setelah melakukan kenaikan moderat lainnya pada bulan Desember, dengan tujuan menyeimbangkan perluasan pangsa pasar di tengah tanda-tanda kelebihan pasokan.
Penundaan peningkatan produksi ini terjadi di tengah melemahnya permintaan musiman. Selain itu, pasar juga secara ketat memantau dampak sanksi Amerika Serikat terhadap dua produsen minyak terbesar Rusia, yang dapat memengaruhi pasokan global. Situasi ini menambah kompleksitas dalam pengambilan keputusan strategis oleh negara-negara produsen minyak.
Harga minyak mentah di London telah mengalami penurunan hampir 15% sepanjang tahun ini, dengan perdagangan di bawah US$65 per barel. Meskipun sempat mengalami lonjakan setelah adanya pembatasan terbaru terhadap industri minyak Moskwa, harga kembali ke level yang kurang lebih sama seperti sebelum Presiden Donald Trump menjatuhkan sanksi.
Selain Arab Light, Aramco juga mengumumkan pemotongan harga untuk minyak grade medium dan heavy sebesar US$1,40 per barel untuk pasar Asia bulan depan. Harga minyak Super Light dan Extra Light juga akan dikurangi sebesar US$1,20. Penyesuaian harga ini mencerminkan strategi Aramco untuk tetap kompetitif di pasar yang dinamis dan penuh tantangan.
Langkah Arab Saudi untuk menurunkan harga minyak mentahnya merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk menavigasi tantangan pasar global. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti permintaan musiman, sanksi internasional, dan dinamika OPEC+, Arab Saudi berusaha untuk menjaga stabilitas pasar dan mempertahankan pangsa pasarnya di Asia. Keputusan ini juga menunjukkan fleksibilitas dan responsivitas negara tersebut terhadap perubahan kondisi pasar, yang penting untuk keberlanjutan industri minyak di masa depan.
