Kamis, 11 Des 2025
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Subscribe
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Font ResizerAa
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral IndonesiaInfo Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Energi Terbarukan
  • Kelistrikan
  • CSR
Search
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia > Blog > Energi Terbarukan > Arab Saudi Turunkan Harga Minyak Mentah untuk Pasar Asia: Langkah Strategis di Tengah Kelebihan Pasokan
Energi Terbarukan

Arab Saudi Turunkan Harga Minyak Mentah untuk Pasar Asia: Langkah Strategis di Tengah Kelebihan Pasokan

Redaksi InfoEnergi
Last updated: 7 November 2025 7:31 pm
Redaksi InfoEnergi
Share
An employee near a pipe carrying CO2 to the pipe line at the Hawiyah Natural Gas Liquids Recovery Plant, operated by Saudi Aramco, in Hawiyah, Saudi Arabia, on Monday, June 28, 2021. The Hawiyah Natural Gas Liquids Recovery Plant is designed to process 4.0 billion standard cubic feet per day of sweet gas as pilot project for Carbon Capture Technology (CCUS) to prove the possibility of capturing C02 and lowering emissions from such facilities. Photographer: Maya Siddiqui/Bloomberg
SHARE

Arab Saudi, melalui perusahaan minyak negara Saudi Aramco, telah mengumumkan penurunan harga minyak mentah unggulannya, Arab Light, untuk pasar Asia pada bulan Desember. Langkah ini diambil beberapa hari setelah OPEC+ mengumumkan rencana untuk menangguhkan kenaikan pasokan pada awal tahun depan. Menurut daftar yang dilihat oleh Bloomberg, harga Arab Light akan dipangkas sebesar US$1,20 per barel, menjadikannya premi US$1 di atas harga acuan regional untuk bulan berikutnya.

Berdasarkan survei yang dilakukan terhadap perusahaan penyuling dan pedagang minyak, Aramco diperkirakan akan memangkas harga sebesar US$1,25. Penurunan harga ini mencerminkan upaya Arab Saudi untuk menyesuaikan diri dengan dinamika pasar dan menjaga daya saing di tengah tantangan global.

Pada hari Minggu, Arab Saudi bersama beberapa anggota utama OPEC+ lainnya menyatakan bahwa mereka akan menghentikan peningkatan produksi selama kuartal pertama tahun 2026. Keputusan ini diambil setelah melakukan kenaikan moderat lainnya pada bulan Desember, dengan tujuan menyeimbangkan perluasan pangsa pasar di tengah tanda-tanda kelebihan pasokan.

Penundaan peningkatan produksi ini terjadi di tengah melemahnya permintaan musiman. Selain itu, pasar juga secara ketat memantau dampak sanksi Amerika Serikat terhadap dua produsen minyak terbesar Rusia, yang dapat memengaruhi pasokan global. Situasi ini menambah kompleksitas dalam pengambilan keputusan strategis oleh negara-negara produsen minyak.

Harga minyak mentah di London telah mengalami penurunan hampir 15% sepanjang tahun ini, dengan perdagangan di bawah US$65 per barel. Meskipun sempat mengalami lonjakan setelah adanya pembatasan terbaru terhadap industri minyak Moskwa, harga kembali ke level yang kurang lebih sama seperti sebelum Presiden Donald Trump menjatuhkan sanksi.

Selain Arab Light, Aramco juga mengumumkan pemotongan harga untuk minyak grade medium dan heavy sebesar US$1,40 per barel untuk pasar Asia bulan depan. Harga minyak Super Light dan Extra Light juga akan dikurangi sebesar US$1,20. Penyesuaian harga ini mencerminkan strategi Aramco untuk tetap kompetitif di pasar yang dinamis dan penuh tantangan.

Langkah Arab Saudi untuk menurunkan harga minyak mentahnya merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk menavigasi tantangan pasar global. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti permintaan musiman, sanksi internasional, dan dinamika OPEC+, Arab Saudi berusaha untuk menjaga stabilitas pasar dan mempertahankan pangsa pasarnya di Asia. Keputusan ini juga menunjukkan fleksibilitas dan responsivitas negara tersebut terhadap perubahan kondisi pasar, yang penting untuk keberlanjutan industri minyak di masa depan.

TAGGED:Arab Saudi
Share This Article
Twitter Email Copy Link Print
Previous Article Ekspansi Pabrik Petrokimia PT Lotte Chemical Indonesia: Langkah Besar Kurangi Impor Migas
Next Article Lonjakan Harga Batu Bara Termal China: Faktor Pendorong dan Prospek Masa Depan
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Your Trusted Source for Accurate and Timely Updates!

Our commitment to accuracy, impartiality, and delivering breaking news as it happens has earned us the trust of a vast audience. Stay ahead with real-time updates on the latest events, trends.
FacebookLike
TwitterFollow
InstagramFollow
TiktokFollow
LinkedInFollow
MediumFollow
QuoraFollow
- Advertisement -
Ad image

Popular Posts

PT Avia Avian Manfaatkan PLTS Atap untuk Energi Hijau di Dua Pabrik Utama

PT Avia Avian Tbk (Avian Brands), bekerja sama dengan SUN Energy, terus memperluas pemanfaatan energi…

By Redaksi InfoEnergi

Keputusan OPEC+ dan Dampaknya pada Industri Minyak Global

Igor Sechin, pemimpin Rosneft, perusahaan minyak terbesar Rusia, mengungkapkan pada hari Kamis bahwa keputusan OPEC+…

By Redaksi InfoEnergi

Konferensi Iklim PBB ke-29 (COP29) di Baku: Mendorong Komitmen Iklim dan Transisi Energi

Konferensi Iklim PBB ke-29 (COP29) yang berlangsung di Baku, Azerbaijan, bertujuan untuk memajukan tujuan pendanaan…

By Redaksi InfoEnergi

You Might Also Like

Energi TerbarukanMinerba

Bahlil Bantah Pensiun Dini PLTU: Proyek Batal Karena Dana Tidak Tersedia

By Redaksi InfoEnergi
Energi Terbarukan

Pemerintah Akan Kurangi Subsidi BBM, LPG, dan Listrik Secara Bertahap: Dampak dan Tantangan

By Redaksi InfoEnergi
Transformasi Energi

Regulasi Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Ditargetkan Rampung Pekan Ini

By Redaksi InfoEnergi
Energi Terbarukan

Tantangan Terhadap Komitmen Iklim Indonesia, Belanja Energi Fosil Rp 251 Triliun

By Redaksi InfoEnergi
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
Facebook Twitter Youtube Rss Medium

Mengenai Kami


InfoEnergi.id adalah platform media terpercaya yang menyajikan informasi terkini seputar sektor energi di Indonesia. Dengan tujuan memberikan wawasan yang akurat dan terverifikasi, situs ini menghadirkan berbagai berita, analisis, dan update terkait perkembangan energi, baik yang bersumber dari fosil, terbarukan, maupun kebijakan energi nasional. Infoenergi.id mengedepankan kualitas informasi yang selalu diperbarui sesuai dengan dinamika industri energi global dan lokal.

Kategori
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Link Lainnya
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Syarat dan Ketentuan Berlaku
  • Iklan
  • Pedoman Siber

Copyright @ InfoEnergi.id – Pusat Informasi Mengenai Energi Indonesia

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?