Jumat, 12 Des 2025
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Subscribe
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Font ResizerAa
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral IndonesiaInfo Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Energi Terbarukan
  • Kelistrikan
  • CSR
Search
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia > Blog > Energi Terbarukan > Penemuan Cadangan Gas Bumi: Kunci Ketahanan Energi dan Ekonomi Indonesia
Energi Terbarukan

Penemuan Cadangan Gas Bumi: Kunci Ketahanan Energi dan Ekonomi Indonesia

Redaksi InfoEnergi
Last updated: 7 November 2025 7:37 pm
Redaksi InfoEnergi
Share
SHARE

Dalam beberapa tahun terakhir, penemuan cadangan gas bumi di Indonesia semakin menonjol sebagai elemen penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi dan energi, serta mempercepat transisi energi nasional. ReforMiner Institute mencatat bahwa eksplorasi migas kini lebih banyak menghasilkan temuan gas, seperti di Layaran-1, Timpan-1, Geng North-1, dan South CPP, dengan total cadangan terbukti dan potensial mencapai 51,98 TCF hingga Juni 2025.

Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro, menegaskan bahwa dominasi temuan gas bumi membuka peluang besar bagi Indonesia untuk mengamankan pasokan energi dan mendukung kebijakan ekonomi hijau. “Gas bumi adalah energi fosil yang paling relevan untuk menopang ketahanan energi nasional dan transisi menuju ekonomi hijau,” ujar Komaidi dalam catatan Reforminer, dikutip Kamis (6/11/2025).

Studi ReforMiner menunjukkan bahwa industri hulu gas terhubung dengan sekitar 113 dari 185 sektor ekonomi, memberikan multiplier effect sebesar 6,56 kali dari nilai investasi. Nilai linkage index sebesar 3,12 mencerminkan kuatnya keterkaitan industri hulu gas dengan sektor-sektor pendukung serta penggunaannya di berbagai sektor ekonomi.

Dari sisi fiskal dan moneter, optimalisasi pemanfaatan gas bumi dapat menurunkan beban subsidi energi dan impor LPG yang selama ini membebani APBN. Kementerian Keuangan mencatat kebutuhan subsidi LPG dalam lima tahun terakhir mencapai sekitar Rp 453 triliun, sementara devisa impor mencapai Rp 64 triliun per tahun. “Program jaringan gas rumah tangga mampu menekan impor LPG hingga 400.000 metrik ton atau 6,15 persen dan menghemat subsidi sekitar Rp 2,68 triliun,” kata Komaidi.

Gas bumi juga memegang peran sentral dalam kebijakan hilirisasi nasional. Berbagai proyek seperti PIM III, Pusri III, GRR Tuban, Pabrik Methanol Bojonegoro, petrokimia Masela, hingga proyek ammonia dan blue ammonia di Papua Barat diperkirakan membutuhkan gas sekitar 1.078 MMSCFD. ReforMiner menilai manfaat hilirisasi akan lebih optimal apabila bahan baku gas berasal dari produksi domestik. Pada industri petrokimia, multiplier effect penggunaan gas domestik bisa mencapai 5,28 kali, lebih tinggi dibanding gas impor.

Dalam bauran energi nasional hingga akhir 2024, porsi gas bumi masih berada pada tingkat 16,69 persen, minyak bumi 29,9 persen, batu bara 39,48 persen, dan energi baru terbarukan 14,1 persen. Dalam Kebijakan Energi Nasional, porsi gas diproyeksikan meningkat menjadi 14,4–15,4 persen pada 2030.

Berdasarkan Neraca Gas Kementerian ESDM (2025), produksi gas nasional berpotensi meningkat dari 5.777 MMSCFD pada 2025 menjadi 10.241 MMSCFD pada 2035. Kebutuhan domestik diperkirakan berada pada kisaran 5.751 MMSCFD, sehingga Indonesia masih berpeluang memiliki surplus pasokan sekitar 4.490 MMSCFD.

Komaidi menegaskan bahwa gas bumi juga penting untuk mencapai target penurunan emisi GRK. Peningkatan pemanfaatan gas membantu mewujudkan komitmen penurunan emisi sebesar 31,89 persen atau 915 juta ton CO2e pada 2030. “Jika 50 persen konsumsi minyak bumi dan batu bara dikonversi ke gas bumi, emisi dapat turun hingga 159,51 juta ton CO2e,” ujarnya.

Ia menambahkan, peran strategis cadangan gas bumi perlu diikuti dengan kebijakan yang mampu mempercepat penyelesaian permasalahan industri gas nasional. “Ketersediaan cadangan harus didukung percepatan infrastruktur, kepastian investasi, akses pasar, dan harga yang proporsional bagi seluruh pihak,” kata Komaidi.

Dengan penemuan cadangan gas bumi yang signifikan, Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkuat ketahanan energi dan ekonomi, serta mendukung transisi menuju ekonomi hijau. Namun, keberhasilan ini memerlukan dukungan kebijakan yang tepat dan komitmen dari semua pihak terkait.

TAGGED:Gas Bumi
Share This Article
Twitter Email Copy Link Print
Previous Article Hilirisasi Emas dan Tembaga: Peluang Strategis Indonesia di Pasar Global
Next Article Raksasa Migas China Incar Proyek EOR di Indonesia: Peluang dan Tantangan
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Your Trusted Source for Accurate and Timely Updates!

Our commitment to accuracy, impartiality, and delivering breaking news as it happens has earned us the trust of a vast audience. Stay ahead with real-time updates on the latest events, trends.
FacebookLike
TwitterFollow
InstagramFollow
TiktokFollow
LinkedInFollow
MediumFollow
QuoraFollow
- Advertisement -
Ad image

Popular Posts

Regulasi Baru Impor Migas Pertamina dari AS Tanpa Lelang

Pemerintah Indonesia saat ini tengah menyusun regulasi baru yang memungkinkan PT Pertamina (Persero) untuk mengimpor…

By Redaksi InfoEnergi

Examining the Intersection of Ecology, Governance, and Politica

As for quality, the HS80's provided clear-cut sound with adequate bass and a slight emphasis…

By administrator

Astra Group Lakukan Langkah Hijau dengan Bangun PLTS dan Kembangkan Material Ramah Lingkungan

Astra Group, sebagai salah satu konglomerat terkemuka di Indonesia, terus memperlihatkan dedikasinya terhadap kelestarian lingkungan.…

By Redaksi InfoEnergi

You Might Also Like

Energi Terbarukan

Uni Eropa Gelontorkan 4,3 Juta Dolar AS untuk Dorong Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan

By Redaksi InfoEnergi
Energi Terbarukan

Laba MIND ID Stagnan di Tengah Kenaikan Harga Emas dan Logam

By Redaksi InfoEnergi
Energi Terbarukan

Cadangan Energi Terbarukan Indonesia Mencapai 3,6 TW, Langkah Menuju Masa Depan Berkelanjutan dan Net Zero Emission 2060

By Redaksi InfoEnergi
Energi Terbarukan

Target Ambisius Energi Baru Terbarukan Indonesia: Tantangan dan Peluang

By Redaksi InfoEnergi
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
Facebook Twitter Youtube Rss Medium

Mengenai Kami


InfoEnergi.id adalah platform media terpercaya yang menyajikan informasi terkini seputar sektor energi di Indonesia. Dengan tujuan memberikan wawasan yang akurat dan terverifikasi, situs ini menghadirkan berbagai berita, analisis, dan update terkait perkembangan energi, baik yang bersumber dari fosil, terbarukan, maupun kebijakan energi nasional. Infoenergi.id mengedepankan kualitas informasi yang selalu diperbarui sesuai dengan dinamika industri energi global dan lokal.

Kategori
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Link Lainnya
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Syarat dan Ketentuan Berlaku
  • Iklan
  • Pedoman Siber

Copyright @ InfoEnergi.id – Pusat Informasi Mengenai Energi Indonesia

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?