Jumat, 23 Jan 2026
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Subscribe
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Search Here
Font ResizerAa
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral IndonesiaInfo Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Energi Terbarukan
  • Kelistrikan
  • CSR
Search
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia > Blog > Energi Terbarukan > Proyek Hilirisasi dan Ketahanan Energi: Langkah Strategis BPI Danantara
Energi Terbarukan

Proyek Hilirisasi dan Ketahanan Energi: Langkah Strategis BPI Danantara

Redaksi InfoEnergi
Last updated: 7 November 2025 7:30 pm
Redaksi InfoEnergi
Share
SHARE

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengumumkan bahwa kajian kelayakan atau feasibility study untuk 18 proyek hilirisasi dan ketahanan energi yang dikerjakan oleh BPI Danantara akan selesai pada Desember 2025. Pernyataan ini disampaikan Bahlil saat melaporkan perkembangan terbaru mengenai rencana pembiayaan proyek hilirisasi BPI Danantara kepada Presiden Prabowo Subianto.

Salah satu proyek hilirisasi yang sedang dikaji oleh Danantara adalah pengembangan ekosistem mobil listrik atau electric vehicle (EV), termasuk proyek baterai mobil listrik. “Kami melaporkan kepada Bapak Presiden, bahwa terkait dengan proyek hilirisasi, kami bersama Pak Rosan sudah menyerahkan 18 proyek dengan total nilai investasi sekitar Rp300 triliun,” ujar Bahlil dalam sambutannya di acara Peresmian Pabrik Petrokimia PT Lotte Chemical Indonesia di Cilegon, Kamis (6/11/2025).

Proyek ekosistem mobil listrik dan baterai listrik ini sebelumnya tidak termasuk dalam proposal yang diajukan oleh Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional kepada BPI Danantara pada akhir Juli 2025. “Insya Allah di awal Desember sudah selesai. Termasuk dalamnya adalah kita akan membangun ekosistem baterai mobil dan mobil listrik,” ungkap Bahlil.

Bahlil menjelaskan bahwa dokumen kajian tersebut sedang dikerjakan oleh konsultan yang ditunjuk oleh BPI Danantara dan ditargetkan selesai pada awal Desember 2025. Dalam kesempatan itu, Bahlil juga menyebutkan bahwa pabrik petrokimia milik perusahaan Korea Selatan tersebut mampu memproduksi komponen pendukung pembuatan mobil, seperti bumper mobil hingga kabel.

Bahlil optimis bahwa jika proyek hilirisasi yang sedang dikaji oleh Danantara dapat segera dibangun, maka kebutuhan bahan baku untuk pembuatan mobil listrik akan terpenuhi dan terbentuk ekosistem industri mobil listrik di Indonesia. “Maka insya Allah kalau ini sudah ada, maka rantai pasok ekosistem mobil listrik maupun baterai mobil listrik itu sudah berada di Indonesia dan ini yang menjadi apa yang Bapak perintahkan,” ucapnya.

Sebelumnya, CEO BPI Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, menyatakan bahwa lembaganya tengah mematangkan feasibility study sejumlah proyek yang diajukan oleh Satgas Hilirisasi, dengan fokus pada koreksi dan penyesuaian asumsi di dalamnya. “Itu sudah berjalan dan beberapa juga sudah duduk dengan Kementerian ESDM untuk kita fine tuning lagi, karena ada beberapa mungkin yang koreksinya kita mesti duduk bersama, asumsinya seperti apa,” kata Rosan.

Dari 18 proyek yang diajukan, 8 di antaranya adalah program hilirisasi di sektor mineral dan batu bara (minerba), masing-masing 2 proyek di sektor transisi dan ketahanan energi, dan masing-masing 3 proyek di sektor pertanian, kelautan, dan perikanan. Berikut adalah daftar proyek prioritas tersebut:

1. Industri Smelter Aluminium (bauksit) di Mempawah, Kalimantan Barat dengan nilai investasi Rp60 triliun.

2. Industri DME (batu bara) di Bulungan, Kutai Timur, Kota Baru, Muara Enim, Pali, Banyuasin dengan nilai investasi Rp164 triliun.

3. Industri aspal di Buton, Sulawesi Tenggara dengan nilai investasi Rp1,49 triliun.

4. Industri Mangan Sulfat di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan nilai investasi Rp3,05 triliun.

5. Industri Stainless Steel Slab (nikel) di Kawasan Industri Morowali, Sulawesi Tengah dengan nilai investasi Rp38,4 triliun.

6. Industri Copper Rod, Wire & Tube (katoda tembaga) di Gresik, Jawa Timur dengan nilai investasi Rp19,2 triliun.

7. Industri Besi Baja (pasir besi) di Kabupaten Sarmi, Papua dengan nilai investasi Rp19 triliun.

8. Industri Chemical Grade Alumina (bauksit) di Kendawangan, Kalimantan Barat dengan nilai investasi Rp17,3 triliun.

9. Industri Oleoresin (pala) di Kabupaten Fakfak, Papua Barat dengan nilai investasi Rp1,8 triliun.

10. Industri Oleofood (kelapa sawit) di KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan Timur (MBTK) dengan nilai investasi Rp3 triliun.

11. Industri Nata de Coco, Medium-Chain Triglycerides (MTC), Coconut Flour, Activated Carbon (kelapa) di Kawasan Industri Tenayan, Riau dengan nilai investasi Rp2,3 triliun.

12. Industri Chlor Alkali Plant (garam) di Aceh, Kalimantan Timur, Jawa Timur, Sumatera Selatan, Riau, Banten, dan NTT dengan nilai transaksi Rp16 triliun.

13. Industri Fillet Tilapia (ikan tilapia) di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur dengan nilai investasi Rp1 triliun.

14. Industri Carrageenan (rumput laut) di Kupang, NTT dengan nilai investasi sebesar Rp212 miliar.

15. Kilang Minyak (oil refinery) dengan nilai investasi sebesar Rp160 triliun.

16. Tangki Penyimpanan Minyak (oil storage tank) dengan nilai investasi sebesar Rp72 triliun.

Proyek-proyek ini tersebar di berbagai lokasi seperti Lhokseumawe, Sibolga, Natuna, Cilegon, Sukabumi, Semarang, Surabaya, Sampang, Pontianak, Badung, Bima, Ende, Makassar, Donggala, Bitung, Ambon, Halmahera Utara, dan Fakfak.

17. Modul Surya Terintegrasi (bauksit dan silika) di Kawasan Industri Batang, Jawa Tengah dengan nilai investasi Rp24 triliun.

18. Industri Bioavtur (used cooking oil) di KBN Marunda, Kawasan Industri Cikarang, dan Kawasan Industri Karawang dengan nilai investasi Rp16 triliun.

Dengan penyelesaian kajian kelayakan ini, diharapkan proyek-proyek hilirisasi dan ketahanan energi dapat segera direalisasikan, memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan industri dan ekonomi nasional.

TAGGED:Danantara
Share This Article
Twitter Email Copy Link Print
Previous Article Peresmian Pabrik Petrokimia PT Lotte Chemical Indonesia: Langkah Strategis Kurangi Impor Migas
Next Article Ekspansi Pabrik Petrokimia PT Lotte Chemical Indonesia: Langkah Besar Kurangi Impor Migas
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Your Trusted Source for Accurate and Timely Updates!

Our commitment to accuracy, impartiality, and delivering breaking news as it happens has earned us the trust of a vast audience. Stay ahead with real-time updates on the latest events, trends.
FacebookLike
TwitterFollow
InstagramFollow
TiktokFollow
LinkedInFollow
MediumFollow
QuoraFollow
- Advertisement -
Ad image

Popular Posts

Dampak Rencana Pemerintah Memperketat Solar Subsidi: Analisis dan Implikasinya

INFOENERGI.ID - Pemerintah Indonesia sedang merancang strategi untuk memperketat distribusi solar subsidi. Kebijakan ini muncul…

By Redaksi InfoEnergi

Industri Migas Nasional: Dorongan Penggunaan Komponen Dalam Negeri

Industri minyak dan gas (migas) nasional saat ini tengah berupaya keras untuk meningkatkan penggunaan komponen…

By Redaksi InfoEnergi

PGN Pacu Akses Gas Bumi Nasional untuk Masa Depan Berkelanjutan

Perusahaan Gas Negara (PGN) terus mengukuhkan posisinya sebagai aktor utama dalam sektor energi nasional. Dengan…

By Redaksi InfoEnergi

You Might Also Like

Energi TerbarukanWorld

Integrasi Energi Terbarukan dan Pertanian di Taman Surya Alhendín, Spanyol

By Redaksi InfoEnergi
Energi Terbarukan

DPR Pertanyakan Keberadaan 3 Tambang Dekat IKN: Milik ITMG hingga KKG

By Redaksi InfoEnergi
Energi Terbarukan

ESDM Pertimbangkan DMO Emas: Antam Impor 30 Ton per Tahun

By Redaksi InfoEnergi
Energi Terbarukan

Indonesia Dorong Percepatan Energi Terbarukan di Forum UN ESCAP

By Redaksi InfoEnergi
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
Facebook Twitter Youtube Rss Medium

Mengenai Kami


InfoEnergi.id adalah platform media terpercaya yang menyajikan informasi terkini seputar sektor energi di Indonesia. Dengan tujuan memberikan wawasan yang akurat dan terverifikasi, situs ini menghadirkan berbagai berita, analisis, dan update terkait perkembangan energi, baik yang bersumber dari fosil, terbarukan, maupun kebijakan energi nasional. Infoenergi.id mengedepankan kualitas informasi yang selalu diperbarui sesuai dengan dinamika industri energi global dan lokal.

Kategori
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Link Lainnya
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Syarat dan Ketentuan Berlaku
  • Iklan
  • Pedoman Siber

Copyright @ InfoEnergi.id – Pusat Informasi Mengenai Energi Indonesia

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?