Nelayan kecil di Desa Muara, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, kini dapat melaut di malam hari tanpa kesulitan berkat Program Desa Energi Berdikari (DEB) dari Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE). Program ini menghadirkan lampu bertenaga surya pada 46 kapal nelayan setempat, menggantikan penerangan senter yang selama ini digunakan.
Peresmian program ini dilakukan pada Selasa (4/11/2025) oleh CEO Pertamina NRE, John Anis. Acara tersebut juga dihadiri oleh Direktur Utama PT Jawa Satu Power, Dwi Murray, Camat Cilamaya Wetan, Ade Setiawan, Kepala Desa Muara, Iyos Rosita, serta para penerima manfaat. John Anis menekankan pentingnya dukungan lokal dalam menciptakan sinergi yang harmonis. “Pertamina NRE tidak mungkin berbisnis sendiri-sendiri, kita tetap membutuhkan dukungan dari lokal, dan dengan harmoni itulah terjadinya sinergi,” ujarnya.
Pemanfaatan lampu surya ini tidak hanya menghemat 1–2 liter BBM per malam, tetapi juga setara dengan penghematan lebih dari 20.000 liter per tahun. Selain itu, program ini berkontribusi dalam mengurangi emisi karbon sekitar 45 ton CO₂ per tahun, setara dengan menanam lebih dari 2.000 pohon baru. Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menambahkan bahwa program ini mendukung ekosistem energi baru terbarukan sesuai dengan target Rencana Umum Energi Nasional dan strategi pertumbuhan ganda Pertamina.
Selain menyediakan lampu, Pertamina NRE juga memberikan edukasi dan pelatihan perawatan PLTS agar sistem dapat digunakan secara berkelanjutan. Langkah ini sejalan dengan target Net Zero Emission 2060 dan penerapan ESG di seluruh lini bisnis Pertamina. Program ini mencerminkan transisi energi yang inklusif bagi masyarakat pesisir, sekaligus mendorong perekonomian masyarakat dengan meningkatkan efektivitas kerja dan melindungi lingkungan melalui penurunan emisi karbon dioksida.
Program Desa Energi Berdikari dari Pertamina NRE merupakan langkah nyata dalam mendukung kemandirian energi dan pengurangan emisi karbon di Desa Muara. Dengan memanfaatkan sumber daya lokal dan teknologi terbarukan, program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan dan perekonomian masyarakat setempat. Dukungan dari berbagai pihak dan kesadaran masyarakat akan pentingnya energi terbarukan menjadi kunci keberhasilan dalam mencapai target Net Zero Emission 2060.
