Kamis, 7 Mei 2026
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Subscribe
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Search Here
Font ResizerAa
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral IndonesiaInfo Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Energi Terbarukan
  • Kelistrikan
  • CSR
Search
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia > Blog > Energi Terbarukan > Pertamina Siap Bergabung dalam Proyek Kilang Modular 1 Juta Barel
Energi Terbarukan

Pertamina Siap Bergabung dalam Proyek Kilang Modular 1 Juta Barel

Redaksi InfoEnergi
Last updated: 11 November 2025 7:40 pm
Redaksi InfoEnergi
Share
SHARE

PT Pertamina (Persero) menunjukkan minatnya untuk bergabung dalam proyek kilang modular berkapasitas 1 juta barel yang saat ini sedang dikaji oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menegaskan bahwa kehadiran kilang modular sangat penting di wilayah-wilayah dengan kebutuhan energi yang tinggi. Menurut Simon, kilang modular yang tersebar di berbagai lokasi dapat menekan biaya pengolahan minyak sehingga menjadi lebih efisien.

Simon menyatakan bahwa Pertamina terus memantau perkembangan proyek ini dan berkeinginan untuk berpartisipasi aktif. “Kami masih terus memonitor perkembangan proyek ini, dan tentunya kami ingin berpartisipasi,” ujar Simon kepada media di Kementerian ESDM, Jakarta, pada Senin (10/11/2025). Selain itu, Simon menambahkan bahwa keberadaan kilang modular juga akan mengurangi biaya logistik bahan bakar minyak (BBM) di masa depan.

Simon menjelaskan bahwa hasil pengolahan dari kilang modular akan lebih efisien dan tentunya lebih murah. “Karena jika produksi dilakukan di lokasi tersebut, kita tidak perlu mengeluarkan biaya transportasi,” tambah Simon. Proyek ini dikabarkan akan melibatkan KBR Inc. (sebelumnya Kellogg Brown & Root) dan digagas setelah Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Hilirisasi mengkaji kebutuhan BBM dan produk turunannya di Indonesia.

Dalam kajiannya, Satgas Hilirisasi merekomendasikan agar Indonesia membangun kilang baru untuk memenuhi kebutuhan BBM di dalam negeri. Saat ini, kilang yang ada di Indonesia hanya mampu memasok sekitar 30%—40% dari total kebutuhan BBM nasional. Rencana investasi kilang modular ini sebelumnya juga disebut-sebut menjadi bagian dari perundingan tarif dagang dengan Amerika Serikat (AS).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa realisasi kesepakatan negosiasi tarif dengan AS, termasuk pembangunan 17 kilang modular, akan dimulai tahun ini. “Kita akan membahas lebih lanjut setelah perjanjian tersebut ditandatangani. Targetnya adalah realisasi tahun ini,” kata Airlangga kepada media di acara CEO Insight 2025, Selasa (4/11/2025).

Investasi untuk proyek kilang ini diperkirakan mencapai Rp160 triliun dengan serapan tenaga kerja sebanyak 44.000 orang. Sementara itu, proyek tanki penyimpanan minyak diperkirakan menelan biaya Rp72 triliun dengan serapan tenaga kerja sebanyak 6.960 orang. Menurut paparan Satgas, kedua proyek tersebut—baik kilang maupun penyimpanan—akan tersebar di 18 lokasi di Indonesia.

Lokasi-lokasi yang direncanakan untuk proyek ini antara lain Lhokseumawe, Sibolga, Natuna, Cilegon, Sukabumi, Semarang, Surabaya, Sampang, Pontianak, Badung (Bali), Bima, Ende, Makassar, Dongala, Bitung, Ambon, Halmahera Utara, dan Fakfak. Dengan tersebarnya proyek ini di berbagai wilayah, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan energi nasional secara lebih merata dan efisien.

Dengan partisipasi Pertamina dalam proyek kilang modular ini, diharapkan dapat memberikan solusi efisiensi energi yang signifikan bagi Indonesia. Proyek ini tidak hanya akan meningkatkan kapasitas pengolahan minyak dalam negeri, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru dan mendukung pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah. Pertamina dan pihak terkait akan terus memantau perkembangan proyek ini untuk memastikan keberhasilannya.

TAGGED:Pertamina
Share This Article
Twitter Email Copy Link Print
Previous Article Kementerian ESDM dan Kemenperin Sepakat Batasi Izin Smelter Nikel Baru
Next Article Pengoperasian Unit RFCC di RDMP Balikpapan: Langkah Strategis Pertamina
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Your Trusted Source for Accurate and Timely Updates!

Our commitment to accuracy, impartiality, and delivering breaking news as it happens has earned us the trust of a vast audience. Stay ahead with real-time updates on the latest events, trends.
FacebookLike
TwitterFollow
InstagramFollow
TiktokFollow
LinkedInFollow
MediumFollow
QuoraFollow
- Advertisement -
Ad image

Popular Posts

KUFPEC Cari Mitra di Natuna D Alpha: Pilih Shell atau Pertamina?

Kuwait Foreign Petroleum Exploration Company (KUFPEC) tengah mencari mitra strategis untuk mengembangkan blok gas Natuna…

By Redaksi InfoEnergi

Bahlil Lahadalia Ditunjuk Pimpin Satgas Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional

Jakarta - Dalam langkah strategis yang menandai awal tahun, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral…

By Redaksi InfoEnergi

Proses Pengadaan Energi Terbarukan di Indonesia: Tantangan dan Solusi

Institute for Energy Economics and Financial Analysis (IEEFA) menyoroti lambatnya proses pengadaan proyek energi terbarukan…

By Redaksi InfoEnergi

You Might Also Like

Migas

Kisah Menarik dari Ladang Asia Bagus: PEP Sampaikan kepada SKK Migas

By Redaksi InfoEnergi
Energi Terbarukan

Vale Inco Hentikan Operasi Tambang: Alasan di Balik Keputusan Meski RKAB Direlaksasi

By Redaksi InfoEnergi
Energi Terbarukan

Antam Hadapi Tantangan Penjualan Bauksit dan Feronikel Akibat Aturan HPM

By Redaksi InfoEnergi
Energi Terbarukan

Harga Minyak Diproyeksikan Turun Akibat Oversupply, Menurut IEA

By Redaksi InfoEnergi
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
Facebook Twitter Youtube Rss Medium

Mengenai Kami


InfoEnergi.id adalah platform media terpercaya yang menyajikan informasi terkini seputar sektor energi di Indonesia. Dengan tujuan memberikan wawasan yang akurat dan terverifikasi, situs ini menghadirkan berbagai berita, analisis, dan update terkait perkembangan energi, baik yang bersumber dari fosil, terbarukan, maupun kebijakan energi nasional. Infoenergi.id mengedepankan kualitas informasi yang selalu diperbarui sesuai dengan dinamika industri energi global dan lokal.

Kategori
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Link Lainnya
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Syarat dan Ketentuan Berlaku
  • Iklan
  • Pedoman Siber

Copyright @ InfoEnergi.id – Pusat Informasi Mengenai Energi Indonesia

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?