PT Pertamina (Persero) mengumumkan telah melakukan pengecekan terhadap 560 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Jawa Timur dari total sekitar 760 SPBU yang ada di wilayah tersebut. Langkah ini diambil setelah munculnya keluhan dari masyarakat yang melaporkan masalah pada kendaraan mereka setelah mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite RON 90 di jaringan SPBU Pertamina.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menyatakan bahwa pengecekan ini dilakukan dengan pendampingan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas. “Ya semua kan dicek, kan kita ada tim dan setiap hari kan mereka sebenarnya melakukan pengecekan dan apabila ya apa ya intinya itulah, intinya kita sangat menghormati juga masukan-masukan dari masyarakat,” ujar Simon kepada media di Kementerian ESDM, Selasa (11/11/2025).
Sebagai langkah responsif, Pertamina juga telah membentuk posko pengaduan yang dapat digunakan masyarakat untuk melaporkan masalah pada mesin kendaraan setelah mengisi BBM di SPBU Pertamina. Selain itu, Pertamina bermitra dengan 32 bengkel di Jawa Timur untuk membantu masyarakat yang mengalami gangguan pada kendaraannya.
Simon menegaskan, “Nah, itu kalau memang ada yang merasa gangguan, segera datang ke bengkel, datang ke ini untuk, tetapi syaratnya adalah bawah struk ya. Dengan struk itu kan kita tahu pengisiannya di mana, pengisiannya di SPBU di mana. Itu pun kita akan kirimkan tim untuk cek di SPBU setempat.”
Lebih lanjut, Simon menegaskan bahwa Pertamina juga melakukan pengecekan pada terminal bensin yang menjadi tempat penyimpanan hasil produksi BBM. “Nah, [secara] paralel kami juga mengecek dan memberikan informasi kepada masyarakat. Sejauh yang kami cek, itu semua bagus. Jadi tidak perlu khawatir untuk masyarakat tentang kualitas BBM yang ada,” klaim Simon.
Sebelumnya, Kementerian ESDM menyatakan tidak menemukan indikasi campuran air pada Pertalite di sejumlah SPBU Pertamina di Jawa Timur. Kepastian ini disampaikan oleh Tim Lemigas setelah melakukan pemeriksaan sejumlah sampel. “Dari hasil pengujian, seluruh sampel menunjukkan kondisi baik dan memenuhi standar. Prosedur ini juga rutin dilakukan di setiap SPBU sebelum operasional,” kata Dirjen Migas Laode Sulaeman dalam keterangan pers Kamis (30/10/2025).
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo, menyatakan bahwa Pertalite dari Terminal BBM Tuban dan Surabaya dalam kondisi sesuai dengan standar mutu yang berlaku. Meski demikian, Pertamina Patra Niaga tetap melakukan investigasi lanjutan di tingkat SPBU untuk memastikan kualitas pada jalur distribusi. “Terkait dengan kejadian beberapa kendaraan konsumen yang mengalami kendala, kami segera melakukan investigasi menyeluruh untuk memastikan penyebab gangguan dan menyiagakan posko layanan konsumen di wilayah terdampak,” kata Ega.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, juga turut melakukan pengecekan ke sejumlah SPBU Pertamina di Jawa Timur. Bahlil menyatakan bahwa pemeriksaan masih berlanjut dan akan menggelar rapat khusus untuk membahas masalah Pertalite ini. “Jika itu benar-benar ada sesuatu kejadian yang dilakukan Pertamina, maka kita pemerintah tidak segan-segan juga untuk berikan sanksi tegas kepada Pertamina,” tuturnya.
Sebelumnya, sejumlah warganet melaporkan bahwa sepeda motor mereka harus menjalani perawatan di bengkel resmi setelah menggunakan Pertalite di Jawa Timur. Seorang warganet bernama Farid menyatakan harus mengganti suku cadang busi dan pompa bensin setelah mengisi Pertalite di wilayah Mojokerto. “Udah korban busi sama fuel pump, Beat saya area Mojokerto. Iya, selalu [mengisi] Pertalite,” kata Farid di media sosial X.
Beberapa warganet lainnya juga melaporkan hal serupa, bahkan menyebutkan bahwa aroma Pertalite yang dibeli tidak seperti biasanya. Pertamina berkomitmen untuk terus memantau dan menindaklanjuti setiap laporan yang masuk demi menjaga kepercayaan konsumen terhadap produk BBM mereka.
