Kamis, 11 Des 2025
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Subscribe
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Font ResizerAa
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral IndonesiaInfo Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Energi Terbarukan
  • Kelistrikan
  • CSR
Search
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia > Blog > Energi Terbarukan > Kementerian ESDM Pertimbangkan Penambahan Porsi DMO Batu Bara di Tengah Rencana Pengurangan Produksi
Energi Terbarukan

Kementerian ESDM Pertimbangkan Penambahan Porsi DMO Batu Bara di Tengah Rencana Pengurangan Produksi

Redaksi InfoEnergi
Last updated: 17 November 2025 4:19 pm
Redaksi InfoEnergi
Share
SHARE

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan sinyal kuat untuk menambah porsi kewajiban pasok dalam negeri atau domestic market obligation (DMO) batu bara. Langkah ini dipertimbangkan seiring dengan rencana pemerintah untuk memangkas produksi batu bara pada tahun mendatang. Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM, Tri Winarno, menjelaskan bahwa kebijakan ini menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan untuk menjaga keseimbangan pasokan dalam negeri.

Tri Winarno mengungkapkan bahwa jika produksi batu bara dikurangi sementara persentase DMO tetap, maka volume batu bara yang harus dipasok ke dalam negeri akan berkurang. Oleh karena itu, peningkatan porsi DMO menjadi langkah yang dipertimbangkan untuk menyeimbangkan situasi ini. “Logikanya, jika kebutuhan tetap sama, persentase DMO dinaikkan, berarti produksi harus diturunkan. Namun, seberapa besar peningkatan porsi DMO ini masih dalam pembahasan,” ujar Tri saat ditemui di kompleks parlemen pada Kamis (13/11/2025).

Tri juga membuka kemungkinan bahwa target produksi batu bara Indonesia pada tahun depan akan diturunkan menjadi di bawah 700 juta ton, lebih rendah dari target tahun ini yang mencapai 735 juta ton. Langkah ini diambil untuk menjaga agar harga batu bara Indonesia tidak semakin tertekan di pasar internasional. “Idealnya, produksi besar dengan harga yang bagus. Namun, jika kita tidak mengeksploitasi sumber daya alam secara berlebihan dan tetap terkontrol, harga masih bisa tetap bagus,” tambah Tri.

Dalam kesempatan terpisah, Tri menyatakan bahwa kementeriannya sedang mengevaluasi rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) 2026 yang diajukan oleh perusahaan batu bara. Evaluasi ini mencakup kinerja produksi dan ekspor komoditas tersebut. Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga membuka peluang untuk meningkatkan porsi DMO batu bara, yang saat ini dipatok sebesar 25%. “Saya setuju DMO harus jelas, bahkan ke depan kita mungkin akan merevisi RKAB DMO-nya menjadi lebih dari 25%. Kepentingan negara di atas segala-galanya,” ujar Bahlil dalam rapat bersama Komisi XII.

Opsi untuk memperbesar porsi DMO muncul setelah Bahlil menerima laporan dari anggota Komisi XII DPR RI, Ramson Siagian, yang menyatakan bahwa beberapa perusahaan tambang batu bara tidak memenuhi kewajiban DMO 25% seperti yang diamanatkan pemerintah. Bahlil juga mengonfirmasi menerima laporan serupa mengenai pelaku usaha yang tidak taat terhadap aturan DMO, meskipun ia tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai isi laporan tersebut.

Aturan terbaru mengenai DMO batu bara tercantum dalam Peraturan Pemerintah (PP) 39 Tahun 2025, yang merupakan peraturan turunan dari UU No 2 Tahun 2025 tentang Minerba. Dalam peraturan tersebut, pemerintah menegaskan kewajiban pasok batu bara ke BUMN yang mengelola sektor ketenagalistrikan, energi, pupuk, dan industri strategis nasional. Bahlil menyatakan bahwa Peraturan Menteri (Permen) ESDM yang menjadi aturan pelaksana dari PP tersebut telah selesai diharmonisasi dan akan segera diterbitkan.

Sebagai catatan, Kementerian ESDM mencatat bahwa realisasi DMO batu bara sepanjang semester I-2025 baru mencapai 104,6 juta ton atau 43,64% dari target yang ditetapkan pemerintah sebesar 239,7 juta ton tahun ini. Sementara itu, porsi ekspor batu bara hingga akhir Juni 2025 telah mencapai 238 juta ton atau sekitar 32,18% dari keseluruhan produksi tahun ini. Di sisi lain, Kementerian ESDM juga menyisihkan sekitar 15 juta ton batu bara hingga akhir Juni 2025 sebagai stok nasional.

Dengan berbagai langkah dan kebijakan yang sedang dipertimbangkan, Kementerian ESDM berupaya untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan domestik dan pasar internasional, serta memastikan bahwa industri batu bara tetap berkontribusi positif terhadap perekonomian nasional.

TAGGED:Kementerian ESDM
Share This Article
Twitter Email Copy Link Print
Previous Article Kementerian ESDM Hentikan Pembahasan MIP, Fokus pada Peningkatan Porsi DMO Batu Bara
Next Article Kementerian ESDM Berikan Kelonggaran Pelaporan RKAB 2026 untuk Perusahaan Minerba
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Your Trusted Source for Accurate and Timely Updates!

Our commitment to accuracy, impartiality, and delivering breaking news as it happens has earned us the trust of a vast audience. Stay ahead with real-time updates on the latest events, trends.
FacebookLike
TwitterFollow
InstagramFollow
TiktokFollow
LinkedInFollow
MediumFollow
QuoraFollow
- Advertisement -
Ad image

Popular Posts

Pengembangan Energi Bersih di Pulau Flores: Audiensi Strategis PLN dan Keuskupan Agung Ende

INFOENERGI.ID - Dalam upaya mempercepat pembangunan pembangkit energi bersih di Pulau Flores, PT PLN (Persero)…

By Redaksi InfoEnergi

PLN Pulihkan Jaringan Listrik di Bali Pascabencana

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) berhasil menormalkan kembali jaringan listrik di Bali. Sebelumnya, aliran listrik…

By Redaksi InfoEnergi

Minyak Jelantah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Dijual Rp 7.000 per Liter untuk Bioavtur

Kenaikan Harga Minyak Jelantah dan Peluang Baru Di tengah hiruk-pikuk pasar, harga minyak jelantah kini…

By Redaksi InfoEnergi

You Might Also Like

Energi Terbarukan

Rencana Investasi Energi Terbarukan Rusia dan Eropa di Indonesia

By Redaksi InfoEnergi
Energi Terbarukan

Banjir Sumatra: Pertamina Kirim Stok BBM ke Wilayah Terisolir Melalui Udara

By Redaksi InfoEnergi
Energi Terbarukan

Pertamina Fokus Atasi Antrean BBM di Aceh, LPG Dikirim Melalui Udara

By Redaksi InfoEnergi
Energi Terbarukan

Potensi Geotermal Indonesia Pilar Menuju Kemandirian Energi

By Redaksi InfoEnergi
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
Facebook Twitter Youtube Rss Medium

Mengenai Kami


InfoEnergi.id adalah platform media terpercaya yang menyajikan informasi terkini seputar sektor energi di Indonesia. Dengan tujuan memberikan wawasan yang akurat dan terverifikasi, situs ini menghadirkan berbagai berita, analisis, dan update terkait perkembangan energi, baik yang bersumber dari fosil, terbarukan, maupun kebijakan energi nasional. Infoenergi.id mengedepankan kualitas informasi yang selalu diperbarui sesuai dengan dinamika industri energi global dan lokal.

Kategori
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Link Lainnya
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Syarat dan Ketentuan Berlaku
  • Iklan
  • Pedoman Siber

Copyright @ InfoEnergi.id – Pusat Informasi Mengenai Energi Indonesia

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?