Rabu, 4 Feb 2026
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Subscribe
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Search Here
Font ResizerAa
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral IndonesiaInfo Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Energi Terbarukan
  • Kelistrikan
  • CSR
Search
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia > Blog > Energi Terbarukan > Produksi Tembaga PT Freeport Indonesia Turun 30% Akibat Gangguan di Grasberg Block Cave
Energi Terbarukan

Produksi Tembaga PT Freeport Indonesia Turun 30% Akibat Gangguan di Grasberg Block Cave

Redaksi InfoEnergi
Last updated: 17 November 2025 4:14 pm
Redaksi InfoEnergi
Share
SHARE

PT Freeport Indonesia (PTFI) mengumumkan bahwa produksi tembaga mereka mengalami penurunan sekitar 30% akibat gangguan yang terjadi di Grasberg Block Cave (GBC). PTFI memproyeksikan bahwa produksi di kompleks tambang Grasberg akan kembali normal pada tahun 2027. Wakil Presiden Direktur PTFI, Jenpino Ngabdi, menyatakan bahwa untuk tahun depan, suplai atau produksi diperkirakan akan berkurang 30% dari kondisi normal. Hal ini disebabkan oleh insiden longsoran lumpur bijih yang terjadi di area tersebut.

Jenpino menjelaskan bahwa produksi PTFI tahun ini hanya sekitar 15 ton dan diharapkan kembali normal pada 2027 dengan kapasitas produksi sekitar 50—60 ton. Sebagian produk PTFI disuplai ke PT Aneka Tambang Tbk. (Antam). “Tahun ini kami baru memulai produksi emas, jadi belum mencapai kapasitas penuh,” ujarnya.

Di sisi lain, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan bahwa PTFI telah mengajukan pembukaan kembali sebagian tambang di kompleks Grasberg setelah penangguhan operasional akibat insiden longsor. Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM, Tri Winarno, menyebut bahwa kementeriannya siap mengizinkan operasional PTFI di dua tambang yang tidak terdampak longsor, yaitu Big Gossan dan Deep Mill Level Zone (DMLZ), jika perusahaan dapat meyakinkan pemerintah.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menjelaskan bahwa Kementerian ESDM sedang melakukan kajian kemungkinan untuk mengoperasikan tambang bawah tanah Freeport yang tidak terdampak longsoran. Bahlil menyebut bahwa jika seluruh tambang Freeport tidak beroperasi, dampaknya terhadap pendapatan negara, pendapatan daerah, karyawan setempat, hingga kontinuitas smelter perseroan akan signifikan. “Tim kami masih di sana, jadi saya belum bisa memberikan pernyataan menyeluruh karena laporan dari tim belum kami terima,” kata Bahlil.

PTFI hingga kini belum melaporkan rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) 2026, meskipun tenggatnya akan jatuh pada 15 November 2025. Freeport sebelumnya menangguhkan operasi tambang emas dan tembaga Grasberg sejak insiden longsor di Grasberg Block Cave pada awal September. Operasional tambang bawah tanah GBC diperkirakan baru dapat pulih sepenuhnya pada 2027.

Dalam keterangan resminya, Freeport-McMoRan Inc. menyebut bahwa insiden longsoran lumpur bijih telah merusak sejumlah infrastruktur pendukung produksi di area GBC. Akibatnya, PTFI terpaksa menunda kegiatan produksi dalam jangka pendek pada kuartal IV-2025 hingga sepanjang 2026 di area tambang tersebut. Badan bijih GBC mewakili 50% dari cadangan terbukti dan terduga PTFI per 31 Desember 2024, serta sekitar 70% dari proyeksi produksi tembaga dan emas hingga 2029.

Saat ini, PTFI memperkirakan bahwa tambang Big Gossan dan Deep MLZ yang tidak terdampak dapat kembali beroperasi pada pertengahan kuartal IV-2025. Sementara itu, pengembalian operasi bertahap tambang GBC dijadwalkan pada paruh pertama 2026. Konsekuensinya, penjualan tembaga dan emas PTFI akan terbatas pada kuartal IV-2025, jauh di bawah estimasi sebelumnya yaitu 445 juta pon tembaga dan 345.000 ons emas.

Pembukaan kembali kegiatan operasi GBC akan dimulai di tiga blok produksi, yaitu PB2 pada paruh pertama 2026, disusul PB3 dan PB1S pada paruh kedua 2026, dan PB1C menyusul pada 2027. Dengan langkah-langkah ini, PTFI berharap dapat memulihkan produksi dan memenuhi proyeksi jangka panjang mereka.

TAGGED:PT Freeport Indonesia
Share This Article
Twitter Email Copy Link Print
Previous Article PT Timah (Persero) Tbk: Inisiatif Koperasi untuk Legalisasi Tambang Rakyat
Next Article Harga Aluminium Melonjak: Kekhawatiran Pasokan Global Meningkat
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Your Trusted Source for Accurate and Timely Updates!

Our commitment to accuracy, impartiality, and delivering breaking news as it happens has earned us the trust of a vast audience. Stay ahead with real-time updates on the latest events, trends.
FacebookLike
TwitterFollow
InstagramFollow
TiktokFollow
LinkedInFollow
MediumFollow
QuoraFollow
- Advertisement -
Ad image

Popular Posts

Ekspor Indonesia Tertekan: Sektor Tambang Anjlok 22,2% pada November 2025

Ekspor Indonesia mengalami penurunan signifikan pada November 2025, dengan sektor tambang menjadi salah satu penyebab…

By Redaksi InfoEnergi

Generasi Muda Siap Berkontribusi di Sektor Energi Lewat Magang Pertamina 2025

PT Pertamina (Persero) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dengan menghadirkan kolaborasi,…

By Redaksi InfoEnergi

9 Blok Migas Dilelang ESDM: Shell Tunjukkan Ketertarikan

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia baru-baru ini mengumumkan pelelangan sembilan blok minyak…

By Redaksi InfoEnergi

You Might Also Like

Energi Terbarukan

Alasan Bahlil Tetapkan Garut sebagai Kawasan Rawan Tsunami: Analisis dan Dampaknya

By Redaksi InfoEnergi
Energi Terbarukan

Dorongan Kemenperin untuk Pelaporan Emisi Industri Melalui SIINas

By Redaksi InfoEnergi
Energi Terbarukan

Kebijakan BBM Bahlil Dinilai Blunder, Rugikan Pertamina dan Swasta

By Redaksi InfoEnergi
Energi Terbarukan

Kemendag Tunda Persetujuan Ekspor Konsentrat Tembaga AMMN, Menunggu Rekomendasi ESDM

By Redaksi InfoEnergi
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
Facebook Twitter Youtube Rss Medium

Mengenai Kami


InfoEnergi.id adalah platform media terpercaya yang menyajikan informasi terkini seputar sektor energi di Indonesia. Dengan tujuan memberikan wawasan yang akurat dan terverifikasi, situs ini menghadirkan berbagai berita, analisis, dan update terkait perkembangan energi, baik yang bersumber dari fosil, terbarukan, maupun kebijakan energi nasional. Infoenergi.id mengedepankan kualitas informasi yang selalu diperbarui sesuai dengan dinamika industri energi global dan lokal.

Kategori
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Link Lainnya
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Syarat dan Ketentuan Berlaku
  • Iklan
  • Pedoman Siber

Copyright @ InfoEnergi.id – Pusat Informasi Mengenai Energi Indonesia

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?