Jumat, 23 Jan 2026
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Subscribe
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Search Here
Font ResizerAa
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral IndonesiaInfo Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Energi Terbarukan
  • Kelistrikan
  • CSR
Search
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia > Blog > Energi Terbarukan > Penutupan Pabrik Bioetanol Vivergo di Inggris dan Kebangkitan Bobibos di Indonesia
Energi Terbarukan

Penutupan Pabrik Bioetanol Vivergo di Inggris dan Kebangkitan Bobibos di Indonesia

Redaksi InfoEnergi
Last updated: 27 November 2025 2:01 pm
Redaksi InfoEnergi
Share
SHARE

Pabrik bioetanol terbesar di Inggris, Vivergo, yang berlokasi di Hull dan dikelola oleh Associated British Foods (ABF), dipastikan akan menghentikan operasinya. Keputusan ini diambil setelah terjadinya kesepakatan dagang antara Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Kesepakatan tersebut memungkinkan produsen Amerika untuk bersaing langsung di pasar Inggris dengan kebijakan bebas bea untuk etanol impor, yang menjadi ancaman serius bagi industri bioetanol lokal.

Melansir dari The Guardian, pada Senin (24/11/2025), penutupan pabrik ini akan mengakibatkan hilangnya 160 pekerjaan langsung. Selain itu, ada kekhawatiran mengenai keberlangsungan sekitar 4.000 pekerjaan lain dalam rantai pasokan, termasuk petani dan perusahaan transportasi. Bioetanol, yang merupakan bahan bakar alternatif pengganti bensin, dihasilkan dari komoditas pertanian dan penutupan ini akan berdampak besar pada sektor tersebut.

ABF telah berupaya keras untuk menjaga keberlangsungan Vivergo, termasuk membuka dialog intensif dengan pemerintah. Namun, keputusan pemerintah untuk tidak memberikan dukungan pendanaan membuat penutupan pabrik tidak dapat dihindari. ABF menilai bahwa kesepakatan dagang dengan AS memberikan dampak besar terhadap petani gandum pemasok bahan baku serta posisi Inggris dalam pengembangan bahan bakar rendah emisi.

Kesepakatan dagang ini juga memberikan keuntungan besar bagi industri otomotif dengan penurunan tarif dari 27,5% menjadi 10%. Namun, industri baja masih menghadapi tarif 25%, dan pemerintah Inggris berharap dapat menegosiasikannya kembali. Sumber pemerintah menyatakan bahwa prioritas utama adalah menjaga 320.000 lapangan kerja di sektor otomotif, baja, dan kedirgantaraan.

Sementara itu, di Indonesia, Bobibos atau Bahan Bakar Original Buatan Indonesia, Bos! menjadi sorotan sebagai bahan bakar alternatif ramah lingkungan. Bobibos mengklaim mampu menekan emisi hingga mendekati nol, menjadikannya solusi strategis bagi ketahanan energi Indonesia. Salah satu keunggulan Bobibos adalah pemanfaatan jerami sebagai bahan baku, yang melimpah di berbagai daerah.

Bobibos menerapkan proses bioenergi yang kompleks untuk mengolah jerami menjadi bahan bakar. Proses ini melibatkan teknik ekstraksi biokimia menggunakan mesin hasil pengembangan internal. Menurut Founder Bobibos, M Iklas Thamrin, ada lima tahapan utama yang harus dilewati hingga akhirnya menghasilkan bahan bakar nabati berkinerja tinggi. Pemilihan jerami didasarkan pada ketersediaannya yang melimpah sebagai hasil samping panen padi.

Saat ini, Bobibos memproduksi dua varian bahan bakar, yakni bensin dan solar, yang seluruhnya berasal dari tumbuhan. Dalam tahap uji coba, bahan bakar ini telah digunakan pada berbagai kendaraan, termasuk Honda BeAT, Toyota Alphard, dan Nissan Navara diesel. Hasilnya menunjukkan bahwa mesin beroperasi normal dan emisi asap yang dihasilkan sangat rendah.

Penutupan pabrik Vivergo di Inggris menunjukkan tantangan yang dihadapi industri bioetanol akibat kebijakan perdagangan internasional. Sementara itu, di Indonesia, Bobibos muncul sebagai inovasi bahan bakar nabati yang menjanjikan, menawarkan solusi ramah lingkungan dan berpotensi meningkatkan ketahanan energi nasional. Kedua peristiwa ini mencerminkan dinamika industri energi global yang terus berkembang.

TAGGED:Bioetanol Vivergo
Share This Article
Twitter Email Copy Link Print
Previous Article Kontroversi PT Padoma Ubadari Energy: Sorotan Terhadap Kepemilikan Saham dan Pengelolaan LNG
Next Article Lelang Kapal Tanker MT Arman 114: Batas Akhir dan Persyaratan Peserta
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Your Trusted Source for Accurate and Timely Updates!

Our commitment to accuracy, impartiality, and delivering breaking news as it happens has earned us the trust of a vast audience. Stay ahead with real-time updates on the latest events, trends.
FacebookLike
TwitterFollow
InstagramFollow
TiktokFollow
LinkedInFollow
MediumFollow
QuoraFollow
- Advertisement -
Ad image

Popular Posts

Pertamina Genjot Produksi Biofuel demi Masa Depan Energi Berkelanjutan

Pertamina, sebagai raksasa energi di Nusantara, kini mengarahkan pandangannya pada pengembangan biofuel sebagai bagian dari…

By Redaksi InfoEnergi

Pertamina Patra Niaga Pastikan Seluruh Pembeli LPG Subsidi 3 Kg Sudah Tercatat dengan NIK

PT Pertamina Patra Niaga, Subholding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero), menegaskan bahwa seluruh transaksi…

By Redaksi InfoEnergi

Pertamina Hadirkan “Kado Energi” untuk Memperkuat Ketahanan Nasional

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, PT Pertamina (Persero) menegaskan komitmennya sebagai…

By Redaksi InfoEnergi

You Might Also Like

Energi Terbarukan

Prabowo Subianto Bertekad Indonesia Beralih ke Energi Hijau Sepenuhnya pada 2030

By Redaksi InfoEnergi
Energi Terbarukan

Indonesia Percepat Transisi Energi Transportasi dengan Biofuel dan Kendaraan Listrik

By Redaksi InfoEnergi
Energi Terbarukan

Nilai Ekonomi Mangrove Capai 885.000 Dolar AS per Hektar per Tahun, Konversi Jadi Tambak Hanya Untungkan Sesaat

By Redaksi InfoEnergi
Energi Terbarukan

RI Belum Tertarik Gencarkan Hilirisasi Perak Meski Harga Melejit

By Redaksi InfoEnergi
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
Facebook Twitter Youtube Rss Medium

Mengenai Kami


InfoEnergi.id adalah platform media terpercaya yang menyajikan informasi terkini seputar sektor energi di Indonesia. Dengan tujuan memberikan wawasan yang akurat dan terverifikasi, situs ini menghadirkan berbagai berita, analisis, dan update terkait perkembangan energi, baik yang bersumber dari fosil, terbarukan, maupun kebijakan energi nasional. Infoenergi.id mengedepankan kualitas informasi yang selalu diperbarui sesuai dengan dinamika industri energi global dan lokal.

Kategori
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Link Lainnya
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Syarat dan Ketentuan Berlaku
  • Iklan
  • Pedoman Siber

Copyright @ InfoEnergi.id – Pusat Informasi Mengenai Energi Indonesia

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?