Pabrik bioetanol terbesar di Inggris, Vivergo, yang berlokasi di Hull dan dikelola oleh Associated British Foods (ABF), dipastikan akan menghentikan operasinya. Keputusan ini diambil setelah terjadinya kesepakatan dagang antara Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Kesepakatan tersebut memungkinkan produsen Amerika untuk bersaing langsung di pasar Inggris dengan kebijakan bebas bea untuk etanol impor, yang menjadi ancaman serius bagi industri bioetanol lokal.
Melansir dari The Guardian, pada Senin (24/11/2025), penutupan pabrik ini akan mengakibatkan hilangnya 160 pekerjaan langsung. Selain itu, ada kekhawatiran mengenai keberlangsungan sekitar 4.000 pekerjaan lain dalam rantai pasokan, termasuk petani dan perusahaan transportasi. Bioetanol, yang merupakan bahan bakar alternatif pengganti bensin, dihasilkan dari komoditas pertanian dan penutupan ini akan berdampak besar pada sektor tersebut.
ABF telah berupaya keras untuk menjaga keberlangsungan Vivergo, termasuk membuka dialog intensif dengan pemerintah. Namun, keputusan pemerintah untuk tidak memberikan dukungan pendanaan membuat penutupan pabrik tidak dapat dihindari. ABF menilai bahwa kesepakatan dagang dengan AS memberikan dampak besar terhadap petani gandum pemasok bahan baku serta posisi Inggris dalam pengembangan bahan bakar rendah emisi.
Kesepakatan dagang ini juga memberikan keuntungan besar bagi industri otomotif dengan penurunan tarif dari 27,5% menjadi 10%. Namun, industri baja masih menghadapi tarif 25%, dan pemerintah Inggris berharap dapat menegosiasikannya kembali. Sumber pemerintah menyatakan bahwa prioritas utama adalah menjaga 320.000 lapangan kerja di sektor otomotif, baja, dan kedirgantaraan.
Sementara itu, di Indonesia, Bobibos atau Bahan Bakar Original Buatan Indonesia, Bos! menjadi sorotan sebagai bahan bakar alternatif ramah lingkungan. Bobibos mengklaim mampu menekan emisi hingga mendekati nol, menjadikannya solusi strategis bagi ketahanan energi Indonesia. Salah satu keunggulan Bobibos adalah pemanfaatan jerami sebagai bahan baku, yang melimpah di berbagai daerah.
Bobibos menerapkan proses bioenergi yang kompleks untuk mengolah jerami menjadi bahan bakar. Proses ini melibatkan teknik ekstraksi biokimia menggunakan mesin hasil pengembangan internal. Menurut Founder Bobibos, M Iklas Thamrin, ada lima tahapan utama yang harus dilewati hingga akhirnya menghasilkan bahan bakar nabati berkinerja tinggi. Pemilihan jerami didasarkan pada ketersediaannya yang melimpah sebagai hasil samping panen padi.
Saat ini, Bobibos memproduksi dua varian bahan bakar, yakni bensin dan solar, yang seluruhnya berasal dari tumbuhan. Dalam tahap uji coba, bahan bakar ini telah digunakan pada berbagai kendaraan, termasuk Honda BeAT, Toyota Alphard, dan Nissan Navara diesel. Hasilnya menunjukkan bahwa mesin beroperasi normal dan emisi asap yang dihasilkan sangat rendah.
Penutupan pabrik Vivergo di Inggris menunjukkan tantangan yang dihadapi industri bioetanol akibat kebijakan perdagangan internasional. Sementara itu, di Indonesia, Bobibos muncul sebagai inovasi bahan bakar nabati yang menjanjikan, menawarkan solusi ramah lingkungan dan berpotensi meningkatkan ketahanan energi nasional. Kedua peristiwa ini mencerminkan dinamika industri energi global yang terus berkembang.
