Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kementerian ESDM) Republik Indonesia melalui Badan Geologi terus berupaya mengidentifikasi potensi cadangan minyak dan gas bumi (Migas) di wilayah perairan Tojo Unauna (Touna), Sulawesi Tengah. Langkah strategis ini diharapkan dapat membuka peluang baru bagi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan kebangkitan ekonomi wilayah tersebut.
Tim geologi dari Badan Geologi Kementerian ESDM RI, bekerja sama dengan pihak ketiga, telah melaksanakan survei dan identifikasi kondisi wilayah perairan Tojo Unauna sejak awal pekan. Kegiatan ini mencakup wilayah perairan dari timur ke barat, dan pada hari kedua berlanjut dari Kepulauan Togean menuju perairan Luwuk Banggai. Dr. Arisandi Dwiharto, Koordinator Tim dari PT Maha Karya GEO Survey, sebuah perusahaan Offshore Survey Service yang ditugaskan oleh KESDM, menjelaskan agenda tim kepada media pada Selasa (25/11).
“Setelah agenda identifikasi selama tiga hari ini, kami merencanakan survei seismik dua dimensi (2D) pada minggu kedua Desember,” kata Dr. Arisandi. Survei ini bertujuan untuk memetakan potensi migas di Perairan Tojo Unauna, khususnya di Teluk Tomini. Dr. Arisandi menambahkan bahwa hasil dari survei seismik ini nantinya akan menggambarkan secara detail besaran potensi cadangan deposit minyak maupun gas yang tersimpan di bawah permukaan bumi, khususnya di lautan.
Keputusan KESDM untuk menggelar survei lanjutan didasarkan pada desk study yang sebelumnya telah dilakukan oleh kementerian. Desk study tersebut mengindikasikan keberadaan daerah-daerah yang mengandung minyak bumi dan gas yang signifikan. Pemerintah pusat melalui Kementerian ESDM dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK MIGAS) akan segera menawarkan kesempatan eksplorasi dan pengembangan di wilayah Tojo Unauna. Kesempatan ini ditujukan kepada para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) atau kontraktor migas yang berminat berinvestasi.
Kegiatan pra-survei ini juga menjadi bagian dari sosialisasi kepada masyarakat. Tim survei melakukan identifikasi alat tangkap ikan yang ada di perairan. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa aktivitas survei tidak mengganggu ekosistem dan mata pencaharian nelayan di tingkat level bawah.
Dr. Sandi berharap kesempatan ini menjadi momen yang sangat baik bagi Pemerintah Daerah (Pemda) Tojo Unauna untuk mewujudkan kebangkitan ekonomi baru. Pengembangan wilayah tersebut berpotensi meningkatkan pendapatan daerah dari aspek pajak dan retribusi. “Kami berharap Pemerintah Daerah dapat bekerja sama secara optimal, sehingga kegiatan ini berjalan lancar dan data yang kami peroleh menjadi maksimal,” ungkapnya.
Mengenai pelaporan atau penyerahan hasil survei kepada Pemerintah Kabupaten Tojo Unauna, Dr. Sandi menegaskan bahwa kewenangan tersebut berada di tingkat pusat. “Kewenangan itu ada di pusat. Kami tidak memiliki kewenangan untuk menjawab pertanyaan itu,” tutup Dr. Sandi.
Langkah strategis Kementerian ESDM dalam mengidentifikasi potensi migas di perairan Tojo Unauna merupakan upaya penting untuk meningkatkan ekonomi daerah dan nasional. Dengan dukungan dari pemerintah pusat dan daerah, serta partisipasi aktif dari masyarakat, diharapkan potensi migas ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan bersama.
