PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, telah mengumumkan rencana pemadaman listrik yang akan berlangsung pada Selasa dan Rabu, tanggal 25-26 November 2025. Pemadaman ini dijadwalkan berlangsung selama tiga jam setiap harinya, mulai pukul 10.30 hingga 14.00 WIB. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya pemeliharaan jaringan dan pemangkasan pohon yang berpotensi mengganggu aliran listrik.
Pada hari Selasa, 25 November 2025, pemadaman listrik akan berdampak pada beberapa desa, termasuk sebagian wilayah Geyer, Ledokdawan, Sindurejo, Bandungharjo, Mojolegi, Ngemplak, dan sekitarnya. Sementara itu, pada hari Rabu, 26 November 2025, desa-desa yang akan mengalami pemadaman meliputi Dimoro, Genengadal, Truwili, Katong, Pandegan, Bologarang, Toko, Penawanhan, dan Sedadi serta sekitarnya.
Dalam pernyataannya, PLN menegaskan bahwa pemadaman listrik sementara ini dilakukan demi keamanan dan keselamatan bersama. Pihak PLN juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang mungkin merasa tidak nyaman akibat pemadaman ini. Mereka menekankan pentingnya langkah ini untuk memastikan jaringan listrik tetap berfungsi dengan baik dan aman.
PLN juga mengingatkan masyarakat untuk selalu berhati-hati saat berinteraksi dengan jaringan listrik. Beberapa imbauan keselamatan yang disampaikan antara lain, masyarakat dilarang mendirikan bangunan, tiang antena, atau baliho di dekat jaringan listrik. Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk tidak bermain layang-layang di sekitar jaringan PLN. Jika ada rencana untuk memotong pohon yang dekat dengan jaringan listrik, masyarakat diharapkan untuk berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihak PLN.
Pemadaman listrik yang direncanakan oleh PLN ULP Purwodadi ini merupakan langkah penting dalam menjaga keamanan dan keandalan jaringan listrik di Kabupaten Grobogan. Dengan adanya pemeliharaan dan pemangkasan pohon, diharapkan gangguan listrik dapat diminimalisir. Masyarakat diimbau untuk mematuhi imbauan keselamatan yang diberikan oleh PLN demi keamanan bersama. Dukungan dan pengertian dari masyarakat sangat diharapkan agar proses pemeliharaan ini dapat berjalan lancar dan efektif.
