Mulai 1 Desember 2025, hampir seluruh operator stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Indonesia melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM). Kenaikan ini berlaku untuk jenis bensin dan diesel nonsubsidi, yang mencerminkan perubahan harga di pasar global dan biaya operasional.
BP-AKR, salah satu operator SPBU terkemuka, telah mengumumkan kenaikan harga untuk semua jenis BBM yang mereka tawarkan. Harga BBM jenis BP 92 (RON 92) kini dibanderol Rp13.000 per liter, naik Rp320 dari harga bulan sebelumnya yang sebesar Rp12.680 per liter. Sementara itu, BP Ultimate dengan RON 95 mengalami kenaikan menjadi Rp13.630 per liter, naik Rp270 dari bulan lalu. BP Ultimate Diesel juga mengalami kenaikan signifikan sebesar Rp840, menjadi Rp15.250 per liter dari harga sebelumnya Rp14.410 per liter. Saat ini, BP-AKR hanya menjual BBM jenis BP 92 dan BP Ultimate Diesel di seluruh jaringan SPBU mereka.
Shell Indonesia, perusahaan migas asal Eropa, juga menyesuaikan harga BBM mereka. Shell Super (RON 92), yang setara dengan Pertamax, kini dijual seharga Rp13.000 per liter, naik Rp320 dari harga November. Shell V-Power (RON 95) mengalami kenaikan harga menjadi Rp13.630 per liter, naik Rp430 dari bulan sebelumnya. Shell V-Power Nitro+, BBM dengan RON tertinggi, naik Rp410 menjadi Rp13.890 per liter. Shell V-Power Diesel mencatat kenaikan tertinggi sebesar Rp840, menjadi Rp15.250 per liter. Namun, Shell masih menghadapi tantangan dalam memulihkan stok BBM, sehingga hanya menjual jenis diesel di seluruh jaringan SPBU mereka.
PT Vivo Energy Indonesia (Vivo) juga melakukan penyesuaian harga untuk BBM jenis bensin yang mereka tawarkan. Revvo 92 kini dijual seharga Rp13.000 per liter, mengalami kenaikan Rp320 dari harga per 23 November 2025 yang sebesar Rp12.680 per liter.
SPBU pelat merah, PT Pertamina (Persero), juga mencatat kenaikan harga BBM. Pertamax kini dijual seharga Rp12.750 per liter, naik dari harga bulan lalu yang sebesar Rp12.200 per liter. Pertamax Turbo mengalami kenaikan menjadi Rp13.750 per liter, dari sebelumnya Rp13.100 per liter. Pertamax Green 95, BBM ramah lingkungan dengan campuran etanol 5%, kini dibanderol Rp13.500 per liter, naik dari Rp13.000 per liter bulan lalu. Dexlite kini dijual seharga Rp14.700 per liter, naik dari Rp13.900 per liter. Pertamina Dex mengalami kenaikan menjadi Rp15.000 per liter, dari harga sebelumnya Rp14.200 per liter. Sementara itu, harga BBM bersubsidi Pertalite (RON 90) tetap ditahan pemerintah pada Rp10.000 per liter.
– Pertamax: Rp12.750/liter
– Pertamax Turbo: Rp13.750/liter
– Pertamax Green: Rp13.500/liter
– Dexlite: Rp14.700/liter
– Pertamina Dex: Rp15.000/liter
– Pertalite: Rp10.000/liter
– BP 92: Rp13.000/liter
– BP Ultimate: Rp13.630/liter
– BP Ultimate Diesel: Rp15.250/liter
– Shell Super: Rp13.000/liter
– Shell V-Power: Rp13.630/liter
– Shell V-Power Nitro+: Rp13.890/liter
– Shell V-Power Diesel: Rp15.250/liter
– Revvo 92: Rp13.000/liter
Kenaikan harga BBM di Indonesia per 1 Desember 2025 mencerminkan penyesuaian terhadap dinamika pasar global dan biaya operasional yang meningkat. Meskipun kenaikan ini dapat mempengaruhi biaya hidup masyarakat, langkah ini dianggap perlu untuk menjaga keberlanjutan pasokan dan operasional SPBU di seluruh negeri. Pemerintah dan operator SPBU diharapkan terus memantau perkembangan pasar dan menyesuaikan kebijakan harga sesuai kebutuhan.
