Kamis, 11 Des 2025
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Subscribe
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Font ResizerAa
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral IndonesiaInfo Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Energi Terbarukan
  • Kelistrikan
  • CSR
Search
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia > Blog > Analisa & Opini > Prediksi Pembengkakan Kuota LPG 3 Kg Bersubsidi pada 2026
Analisa & Opini

Prediksi Pembengkakan Kuota LPG 3 Kg Bersubsidi pada 2026

Redaksi InfoEnergi
Last updated: 3 Desember 2025 10:43 pm
Redaksi InfoEnergi
Share
SHARE

Ekonom Universitas Andalas, Syafrudin Karimi, memprediksi bahwa kuota gas minyak cair atau liquified petroleum gas (LPG) 3 kilogram (Kg) bersubsidi akan kembali melebar pada tahun 2026. Hal ini terjadi setelah adanya penambahan kuota sebesar 350.000 ton untuk akhir tahun ini. Data beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa realisasi serapan LPG 3 Kg hampir selalu melampaui kuota yang ditetapkan.

Sebagai contoh, pada tahun 2024, serapan Gas Melon melonjak menjadi 8,1 juta ton dari kuota sekitar 8 juta ton. Sementara itu, pada tahun ini, serapan diproyeksikan mencapai 8,3 juta ton dari kuota sebesar 8,17 juta ton. Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026, pemerintah mematok subsidi LPG 3 Kg senilai Rp80,3 triliun dengan proyeksi konsumsi naik sekitar 5%.

Syafrudin memprediksi adanya potensi pembengkakan anggaran subsidi sekitar Rp5—Rp10 triliun jika realisasi serapan tahun depan menyentuh batas atas volume 8,31–8,76 juta ton. “Risiko ke arah penambahan anggaran subsidi tetap besar jika tren overkuota dan kenaikan konsumsi berlanjut, sementara harga energi global berbalik naik,” ujar Syafrudin.

Menurutnya, pola ini memberikan sinyal bahwa strategi memaksa tambahan volume masuk ke pagu lama hanya menjadi solusi sementara. Jika pelebaran volume terus berulang, pemerintah akan dihadapkan pada pilihan untuk menambah anggaran subsidi melalui APBN Perubahan (APBNP) atau memberikan kompensasi menggungung di neraca PT Pertamina (Persero). “Keduanya tetap berarti beban fiskal bertambah, hanya berbeda cara pencatatan,” tegasnya.

Syafrudin menegaskan bahwa pemerintah seharusnya mengakui bahwa kebocoran subsidi masih terus terjadi, sehingga memicu overkuota subsidi LPG 3 Kg. Dia mendorong pemerintah untuk segera melakukan pengetatan penyaluran LPG bersubsidi yang telah dirancang untuk 2026 dan mengoreksi pagu subsidi sesuai dengan pola konsumsi riil. “Tanpa kombinasi pengetatan dan penyesuaian anggaran, tambahan volume pada akhirnya hampir pasti berujung pada penambahan beban fiskal,” ungkapnya.

Syafrudin memandang bahwa penambahan kuota LPG 3 Kg bersubsidi sekitar 350.000 ton untuk akhir tahun ini bisa dilakukan tanpa menambah anggaran subsidi Gas Melon tersebut. Dia menyatakan bahwa jika asumsi harga gas minyak cair dunia dan nilai tukar rupiah saat penyusunan APBN lebih tinggi dibanding realisasi, maka secara teknis masih terdapat anggaran yang bisa dimanfaatkan pemerintah. “Dari sudut pandang politik anggaran, pemerintah tentu tergoda memanfaatkan ruang ini untuk menghindari stigma ‘APBN jebol’.”

Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui usulan penambahan kuota LPG 3 Kg bersubsidi sekitar 350.000 ton untuk akhir tahun ini. Usulan ini disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam rapat terbatas yang dipimpin oleh Prabowo di Istana Negara, Jakarta. Bahlil menjelaskan bahwa penambahan kuota dilakukan untuk mengantisipasi potensi lonjakan permintaan pada momen libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.

Dengan berbagai tantangan yang dihadapi, pemerintah perlu mengambil langkah strategis untuk mengelola subsidi LPG 3 Kg secara efektif. Pengetatan penyaluran dan penyesuaian anggaran menjadi kunci untuk menghindari pembengkakan beban fiskal di masa depan. Selain itu, transparansi dan pengawasan yang lebih ketat diperlukan untuk memastikan bahwa subsidi tepat sasaran dan tidak terjadi kebocoran yang merugikan negara.

TAGGED:LPG
Share This Article
Twitter Email Copy Link Print
Previous Article Sorotan Terhadap Morowali Industrial Park: Pelanggaran dan Tantangan Pengawasan
Next Article OPEC+ Bersiap Menilai Pasar Minyak Global di Tengah Tanda Surplus
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Your Trusted Source for Accurate and Timely Updates!

Our commitment to accuracy, impartiality, and delivering breaking news as it happens has earned us the trust of a vast audience. Stay ahead with real-time updates on the latest events, trends.
FacebookLike
TwitterFollow
InstagramFollow
TiktokFollow
LinkedInFollow
MediumFollow
QuoraFollow
- Advertisement -
Ad image

Popular Posts

Pertamina Perkuat UMKM Indonesia di Ajang Internasional Brisbane 2025

PT Pertamina (Persero) terus memperkuat perannya sebagai motor penggerak ekonomi Indonesia di tingkat global dengan…

By Redaksi InfoEnergi

Rantai Pasokan Mode dan Fracking di Permian Basin, Texas: Tantangan dan Dampak Lingkungan

Sebuah laporan terkini dari kelompok iklim Stand.earth mengungkapkan bahwa lebih dari 100 merek mode memiliki…

By Redaksi InfoEnergi

PGTC 2025, Upaya Pertamina Merangkul Inovator Muda untuk Energi Berkelanjutan

PT Pertamina (Persero) secara resmi meluncurkan program Pertamina Goes to Campus (PGTC) 2025 dalam acara…

By Redaksi InfoEnergi

You Might Also Like

Energi Terbarukan

Penambahan Kuota LPG 3 Kg: Bahlil Ungkap Restu dari Prabowo

By Redaksi InfoEnergi
Analisa & Opini

International & Indonesia CCS Forum 2024: Implementasi Komitmen di Era Energi Berkelanjutan melalui Solusi CCS

By administrator
Analisa & OpiniMigasWorld

Analisis Singkat: Produktivitas Sumur Meningkat, Biaya Produksi Minyak AS Menurun

By Redaksi InfoEnergi
Analisa & OpiniKelistrikanOpinion

Pasangan Suami Istri Terkaget dengan Efisiensi Listrik Mobil Tesla

By Redaksi InfoEnergi
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
Facebook Twitter Youtube Rss Medium

Mengenai Kami


InfoEnergi.id adalah platform media terpercaya yang menyajikan informasi terkini seputar sektor energi di Indonesia. Dengan tujuan memberikan wawasan yang akurat dan terverifikasi, situs ini menghadirkan berbagai berita, analisis, dan update terkait perkembangan energi, baik yang bersumber dari fosil, terbarukan, maupun kebijakan energi nasional. Infoenergi.id mengedepankan kualitas informasi yang selalu diperbarui sesuai dengan dinamika industri energi global dan lokal.

Kategori
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Link Lainnya
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Syarat dan Ketentuan Berlaku
  • Iklan
  • Pedoman Siber

Copyright @ InfoEnergi.id – Pusat Informasi Mengenai Energi Indonesia

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?