Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, melaporkan bahwa banjir bandang yang melanda Sumatra Utara telah menyebabkan 103 tower listrik mengalami pemadaman. Namun, saat ini 85 tower atau sekitar 83% dari total unit tersebut telah berhasil dipulihkan. Selain itu, sekitar 52% gardu distribusi atau 2.365 unit yang sebelumnya padam kini telah kembali berfungsi.
Beban listrik yang telah pulih mencapai 216,64 megawatt (MW), dan sebanyak 415.097 pelanggan atau sekitar 76% penduduk kini sudah dapat kembali mengakses listrik. Bahlil menjelaskan bahwa dari total kapasitas listrik di Sibolga sebesar 19 MW, baru 7 MW yang dapat beroperasi karena menggunakan tekanan jaringan rendah.
Di sisi lain, Bahlil menyatakan bahwa stok bahan bakar minyak (BBM) dan liquified petroleum gas (LPG) di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh dalam kondisi terjaga. Namun, distribusinya mengalami kendala akibat akses jalan yang terputus. “Sekarang kita pakai cara, ada beberapa yang pakai pesawat, ada beberapa juga yang pakai rakit. Kayak di Aceh, di Bireuen itu kita rakit,” ungkap Bahlil dalam keterangan tertulisnya.
Dalam kunjungannya ke posko pengungsian di Pinangsori, Tapanuli Tengah, Bahlil menyatakan bahwa distribusi BBM dan LPG kini dialihkan melalui jalur laut serta udara. Pemerintah juga telah merelaksasi aturan penggunaan barcode untuk pembelian BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), sehingga pembelian BBM bersubsidi di tiga wilayah tersebut bisa dilakukan tanpa barcode yang terdaftar di aplikasi MyPertamina.
Kementerian ESDM menargetkan aliran listrik di wilayah terdampak banjir bandang, yaitu Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh, akan pulih pada Kamis (4/12/2025) hingga Jumat (5/12/2025). Juru bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menyatakan bahwa dalam rapat yang dipimpin oleh Bahlil, diputuskan bahwa kementeriannya akan mempercepat rehabilitasi infrastruktur kelistrikan di lokasi terdampak bencana tersebut.
“Paling cepat Kamis atau enggak Jumat. Mudah-mudahan karena tantangannya jalan banyak yang putus. Sehingga bantuan logistik untuk pembangunan itu distribusinya cukup sulit tuh,” kata Anggia kepada awak media di Kementerian ESDM.
Proses perbaikan fasilitas kelistrikan di tiga wilayah tersebut terkendala oleh jalan yang terputus, sehingga pada lokasi tertentu, perlengkapan fasilitas kelistrikan akan dibawa menggunakan moda transportasi udara. “Diusahakan secepat mungkin; gak bisa jalan darat, dibawa terbang seperti PLN kemarin ketika hari pertama bencana itu Hercules sudah bawa semua logistik dan bahan untuk membangun tower,” jelas Anggia.
Pemulihan infrastruktur listrik dan distribusi BBM di Sumatra Utara dan wilayah terdampak lainnya menjadi prioritas utama pemerintah. Dengan langkah-langkah darurat dan koordinasi lintas kementerian, diharapkan pasokan energi dapat segera normal kembali, mendukung aktivitas masyarakat yang terdampak bencana. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan panic buying agar proses pemulihan dapat berjalan lancar.
