Selasa, 10 Mar 2026
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Subscribe
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Search Here
Font ResizerAa
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral IndonesiaInfo Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Energi Terbarukan
  • Kelistrikan
  • CSR
Search
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia > Blog > Energi Terbarukan > Kementerian ESDM Berencana Pangkas Target Produksi Batu Bara 2026
Energi Terbarukan

Kementerian ESDM Berencana Pangkas Target Produksi Batu Bara 2026

Redaksi InfoEnergi
Last updated: 13 November 2025 7:28 pm
Redaksi InfoEnergi
Share
SHARE

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan sinyal kuat akan memangkas target produksi batu bara dalam rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) tahun 2026. Target tersebut diperkirakan akan berada di bawah 700 juta ton, lebih rendah dibandingkan target tahun ini yang mencapai 735 juta ton. Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM, Tri Winarno, menyatakan bahwa kementerian saat ini masih dalam tahap evaluasi terhadap RKAB yang diajukan oleh perusahaan-perusahaan batu bara, serta menilai kinerja produksi dan ekspor komoditas tersebut.

Tri Winarno mengindikasikan bahwa target produksi batu bara Indonesia pada tahun 2026 akan berada di kisaran 600—700 juta ton. Hal ini disebabkan oleh penurunan kinerja ekspor yang terjadi tahun ini. “Iya, otomatis kita menyesuaikan. Sedang kita lakukan evaluasi,” ujar Tri saat ditemui di Kementerian ESDM, Selasa (11/11/2025). “Di bawah itu, mungkin di bawah [700 juta ton],” tegasnya.

Sebelumnya, Direktur Pembinaan Pengusahaan Batu Bara Ditjen Minerba ESDM, Surya Herjuna, memprediksi bahwa ekspor batu bara Indonesia sepanjang tahun 2025 akan lebih rendah sekitar 30 juta ton dibandingkan dengan realisasi ekspor tahun lalu yang mencapai 555 juta ton. Surya menjelaskan bahwa ekspor batu bara tahun ini diperkirakan berada di sekitar 525 juta ton. Menurutnya, penurunan kinerja ekspor ini disebabkan oleh kondisi makroekonomi global yang tidak menentu, yang berdampak pada penurunan permintaan batu bara dari negara mitra seperti China dan India.

“Memang ada kecenderungan turun, tetapi turunnya itu kan bukan karena batu bara kita tidak laku. Memang, ekonomi kan lagi turun. Di China juga turun, di India juga turun. Artinya juga DMO [domestic market obligation] juga turun,” kata Surya di Coalindo Coal Conference 2025, Rabu (5/11/2025). “Artinya itu bukan karena ekspor kita tidak laku sebenarnya. Ya memang kecenderungan lagi turun,” klaimnya.

Surya juga melaporkan bahwa produksi batu bara Indonesia dari Januari hingga September 2025 tercatat mencapai 585 juta ton, mengalami penurunan 7,47% secara tahunan atau year on year (yoy). Terkait harga, Surya menyebutkan bahwa harga batu bara Indonesia sempat mengalami kenaikan, meskipun belum mencapai tingkat yang optimal untuk meningkatkan pendapatan negara bukan pajak (PNBP).

Kementerian ESDM mencatat bahwa total produksi batu bara Indonesia sepanjang tahun 2024 mencapai 836 juta ton, setara 117% dari target yang dicanangkan sebesar 710 juta ton. Dari jumlah tersebut, sebanyak 233 juta ton dialokasikan untuk kebutuhan dalam negeri atau DMO, yang juga melebihi target DMO sebesar 220 juta ton. Di sisi lain, ekspor batu bara tercatat mencapai 555 juta ton, meningkat dibandingkan dengan realisasi tahun 2023 sebesar 518 juta ton. Sementara itu, 48 juta ton di antaranya menjadi stok domestik.

Untuk tahun 2025, Kementerian ESDM menetapkan target produksi batu bara sebanyak 735 juta ton. Namun, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa kinerja ekspor batu bara sepanjang Januari hingga September 2025 mengalami penurunan sebesar 20,85% ke level US$17,94 miliar atau sekitar Rp298,79 triliun (asumsi kurs Rp16.655 per dolar AS). Torehan kinerja ekspor komoditas emas hitam ini jauh di bawah capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai US$22,67 miliar.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menyatakan bahwa koreksi nilai ekspor batu bara ini juga diikuti dengan penurunan volume pengiriman batu bara sepanjang Januari hingga September tahun ini. Kinerja ekspor batu bara secara volume terkoreksi 4,74% ke level 285,23 juta ton hingga periode yang berakhir September 2025, lebih rendah dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 299,41 juta ton.

Dengan berbagai tantangan yang dihadapi, Kementerian ESDM terus melakukan evaluasi dan penyesuaian terhadap target produksi dan ekspor batu bara untuk memastikan keberlanjutan industri ini di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu. Keputusan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional dan menjaga keseimbangan antara kebutuhan domestik dan ekspor.

TAGGED:ESDM
Share This Article
Twitter Email Copy Link Print
Previous Article Pertamina Tetap Berkomitmen pada Proyek Gasifikasi Batu Bara Menjadi DME
Next Article Pertamina Siap Gantikan Harbour Energy di Blok Tuna Bersama Zarubezhneft
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Your Trusted Source for Accurate and Timely Updates!

Our commitment to accuracy, impartiality, and delivering breaking news as it happens has earned us the trust of a vast audience. Stay ahead with real-time updates on the latest events, trends.
FacebookLike
TwitterFollow
InstagramFollow
TiktokFollow
LinkedInFollow
MediumFollow
QuoraFollow
- Advertisement -
Ad image

Popular Posts

Pertamina Dinilai Belum Cukup Dukung SPBU Swasta, Indonesia Harus Siapkan Impor BBM

Pakar industri migas memperkirakan Indonesia perlu mengimpor sekitar 660.000 barel per hari (bph) untuk memenuhi…

By Redaksi InfoEnergi

Toyota Tsusho Investasi Besar di Sektor Hilirisasi Timah dan Tembaga di Indonesia

Toyota Tsusho Corporation (TTC), bagian dari Toyota Group yang dikenal sebagai perusahaan perdagangan dan investasi…

By Redaksi InfoEnergi

RI Belum Tertarik Gencarkan Hilirisasi Perak Meski Harga Melejit

Di tengah lonjakan harga perak di pasar global, Indonesia tampaknya belum menunjukkan minat untuk mempercepat…

By Redaksi InfoEnergi

You Might Also Like

Energi Terbarukan

Kaleidoskop Migas 2025: Kembalinya Big Oil dan Sengkarut BBM Swasta

By Redaksi InfoEnergi
Energi Terbarukan

Amman Mineral Hentikan Operasi Smelter Sejak Juli Akibat Force Majeure

By Redaksi InfoEnergi
Migas

ESDM Tegaskan SPBU Swasta Tidak Dirugikan dalam Pembelian BBM dari Pertamina

By Redaksi InfoEnergi
Energi Terbarukan

SPBU BP AKR Lanjutkan Negosiasi Pembelian BBM: Tiga Syarat untuk Pertamina

By Redaksi InfoEnergi
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
Facebook Twitter Youtube Rss Medium

Mengenai Kami


InfoEnergi.id adalah platform media terpercaya yang menyajikan informasi terkini seputar sektor energi di Indonesia. Dengan tujuan memberikan wawasan yang akurat dan terverifikasi, situs ini menghadirkan berbagai berita, analisis, dan update terkait perkembangan energi, baik yang bersumber dari fosil, terbarukan, maupun kebijakan energi nasional. Infoenergi.id mengedepankan kualitas informasi yang selalu diperbarui sesuai dengan dinamika industri energi global dan lokal.

Kategori
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Link Lainnya
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Syarat dan Ketentuan Berlaku
  • Iklan
  • Pedoman Siber

Copyright @ InfoEnergi.id – Pusat Informasi Mengenai Energi Indonesia

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?