PT Bumi Resources Tbk (BUMI) telah mengambil langkah signifikan dengan membayar sebagian uang muka untuk mengakuisisi 45% saham PT Laman Mining, sebuah perusahaan tambang bauksit. Kesepakatan ini ditandatangani bersama dengan PT Supreme Global Investment, pengendali Laman Mining, pada 25 September 2025. Nilai pembelian saham tersebut mencapai US$59,1 juta atau sekitar Rp984,96 miliar, dengan asumsi kurs Rp16.666 per dolar AS.
BUMI merencanakan pembayaran akuisisi ini dalam dua tahap. Tahap pertama melibatkan pembayaran uang muka sebesar US$20 juta yang harus diselesaikan sebelum akhir tahun ini. Sisa pembayaran sebesar US$39,1 juta akan dilakukan setelah kedua perusahaan menyepakati syarat penyelesaian atau conditions precedents akuisisi. Transaksi ini diharapkan selesai paling lambat pada 30 Oktober 2026.
Christopher Fong, Advisor BUMI, menyatakan bahwa akuisisi Laman Mining merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mendiversifikasi bisnis mineral ke dalam portofolio bauksit. “Bauksit dan rencana hilirisasinya adalah bagian dari strategi diversifikasi perusahaan, dan sejalan dengan pengumuman akuisisi terakhir aset emas dan tembaga Wolfram Limited di Australia,” ungkap Christopher.
BUMI, yang merupakan kongsi grup Salim dan Bakrie, baru saja menyelesaikan akuisisi 100% saham Wolfram Limited, perusahaan tambang emas dan tembaga asal Australia, dengan nilai transaksi AUS$63,5 juta atau sekitar Rp698,98 miliar. Langkah ini memperkuat portofolio non batu bara BUMI dengan mengamankan rantai bisnis tambang bauksit hingga pemurnian alumina.
BUMI berencana melanjutkan akuisisi untuk proyek pabrik alumina yang dikerjakan oleh anak usaha Laman Mining, PT Supreme Alumina Indonesia (SAI). BUMI akan menguasai 55% saham SAI, sementara sisanya tetap dipegang oleh Laman Mining. Data dari Ditjen Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU) Kementerian Hukum menunjukkan bahwa PT Supreme Global Investment, berbasis di Batam, Kepulauan Riau, adalah pengendali sekaligus pemilik manfaat Laman Mining.
Presiden Direktur Laman Mining, Agustinus Tan, menyambut positif kerja sama dengan BUMI untuk pengelolaan tambang di masa depan. Laman Mining telah menyiapkan infrastruktur lengkap untuk kegiatan tambang bauksit di Desa Laman Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara dan Nanga Tayap, Ketapang, Kalimantan Barat. Konsesi tambang ini mencakup 13.575 hektare di bawah kontrak izin usaha pertambangan (IUP) yang berlaku hingga Februari 2032.
Agustinus menambahkan bahwa Laman Mining tengah menyiapkan proyek pabrik alumina dengan nilai investasi sekitar US$1,5 miliar atau setara dengan Rp24,99 triliun. Proyek ini ditargetkan mulai konstruksi pada kuartal II-2026 dan diharapkan dapat memproduksi 2,4 juta ton alumina per tahun dengan kapasitas input bauksit sekitar 7,9 juta ton per tahun.
Sejumlah analis menilai positif langkah akuisisi BUMI terhadap aset tambang non batu bara. Yoga Ahmad Gifari dari Sucor Sekuritas menyatakan bahwa akuisisi ini akan mendukung target BUMI untuk mencapai 50% EBITDA dari bisnis non batu bara pada 2030. “Inisiatif ini memberi sinyal pada perbaikan margin yang lebih tinggi dan mengurangi ketergantungan pada batu bara termal,” kata Yoga.
BUMI juga memiliki fleksibilitas untuk menerbitkan obligasi atau surat utang guna membiayai akuisisi aset mineral, termasuk Laman Mining. Setelah restrukturisasi utang, BUMI beroperasi dengan struktur permodalan yang sehat, memberikan ruang untuk pertumbuhan anorganik melalui pembiayaan utang.
Analis dari Samuel Sekuritas, Juan Harahap dan Hernanda Cahyo, juga memiliki pandangan positif terhadap langkah diversifikasi BUMI ke sektor pertambangan logam. Akuisisi ini memberikan katalis baru di tengah tren penurunan harga batu bara, dan potensi re-rating BUMI seiring diversifikasinya ke sektor pertambangan logam membuat mereka tetap optimis terhadap saham tersebut.
