Pada perdagangan Senin (17/11/2025), harga batu bara di pasar ICE Newcastle untuk kontrak pengiriman bulan mendatang ditutup pada angka US$ 110,2 per ton. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 0,36% dibandingkan dengan penutupan perdagangan akhir pekan sebelumnya. Meskipun demikian, harga batu bara masih menunjukkan tren positif dalam jangka waktu yang lebih panjang.
Dalam sepekan terakhir, harga batu bara mengalami kenaikan sebesar 0,69% secara point-to-point. Lebih jauh lagi, selama sebulan terakhir, harga batu bara telah melonjak hingga 5,96%. Peningkatan ini sebagian besar didorong oleh meningkatnya permintaan listrik, terutama di China, yang merupakan konsumen batu bara terbesar di dunia.
Menurut laporan Bloomberg News, produksi listrik di China meningkat 7,9% pada bulan Oktober dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Ini merupakan kenaikan bulanan tertinggi sejak Februari tahun lalu. Kenaikan produksi listrik ini terutama didorong oleh pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang menggunakan batu bara, dengan peningkatan produksi sebesar 7,3%.
Di sisi lain, pembangkitan listrik dari sumber energi baru-terbarukan mengalami penurunan. Produksi listrik dari energi angin anjlok 12%, sementara dari solar (matahari) hanya tumbuh 5,9%, yang merupakan laju pertumbuhan terlemah sejak Mei 2023. Kondisi ini semakin menegaskan peran penting batu bara dalam memenuhi kebutuhan energi di China.
Bagaimana prospek harga batu bara untuk hari ini, Selasa (18/11/2025)? Secara teknikal, batu bara masih berada dalam zona bullish. Hal ini tercermin dari Relative Strength Index (RSI) yang berada di angka 66, menunjukkan bahwa aset ini sedang dalam posisi bullish. Indikator Stochastic RSI juga berada di angka 69, menandakan area beli (long) yang kuat.
Untuk perdagangan hari ini, harga batu bara berisiko mengalami penurunan. Target support terdekat berada di US$ 109 per ton. Jika level ini tertembus, harga batu bara bisa jatuh ke kisaran US$ 107-104 per ton. Namun, jika harga masih kuat menanjak, batu bara berpotensi menguji resisten di US$ 111 per ton. Penembusan di titik ini dapat mengangkat harga ke rentang US$ 112-117 per ton.
Dengan berbagai faktor yang mempengaruhi, harga batu bara terus bergerak dalam dinamika pasar yang fluktuatif. Permintaan yang kuat dari China dan tren teknikal yang positif memberikan harapan bagi kenaikan harga, meskipun risiko penurunan tetap ada. Para pelaku pasar harus terus memantau perkembangan ini untuk mengambil keputusan investasi yang tepat.
