Rabu, 4 Feb 2026
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Subscribe
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Search Here
Font ResizerAa
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral IndonesiaInfo Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Energi Terbarukan
  • Kelistrikan
  • CSR
Search
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia > Blog > Analisa & Opini > Perdagangan Sampah Ilegal di Eropa: Ancaman yang Semakin Meningkat
Analisa & Opini

Perdagangan Sampah Ilegal di Eropa: Ancaman yang Semakin Meningkat

Redaksi InfoEnergi
Last updated: 1 Desember 2025 3:09 pm
Redaksi InfoEnergi
Share
SHARE

Di banyak negara Eropa, pengelolaan sampah yang seharusnya menjadi tanggung jawab bersama kini menjadi ladang bisnis bagi geng kriminal. Europol, badan penegak hukum Uni Eropa, telah mengeluarkan peringatan serius mengenai peningkatan perdagangan sampah ilegal yang semakin besar dan canggih. Laporan Serious and Organised Crime Threat Assessment 2025 mengungkapkan bahwa aktivitas ini didorong oleh kelompok kriminal yang berusaha menghindari kontrak pembuangan sampah domestik dan komersial. Mereka memanfaatkan celah korupsi, memalsukan dokumen, dan mengangkut limbah melintasi negara-negara Eropa untuk memanfaatkan lemahnya penegakan hukum di beberapa wilayah.

Europol menggambarkan pasar gelap ini sebagai bisnis dengan risiko rendah namun keuntungan tinggi. Pelakunya adalah campuran antara jaringan kejahatan terorganisir lama dan perusahaan legal oportunistis yang memanfaatkan celah serta inefisiensi sistem. Situasi ini menjadi tantangan besar bagi lembaga-lembaga Uni Eropa yang bertugas menangani kejahatan lingkungan. Masalah ini kembali mencuat setelah ditemukannya gunungan sampah raksasa dekat Sungai Thames di Oxfordshire, Inggris, yang mengindikasikan penyalahgunaan kontrak pengelolaan sampah oleh perusahaan subkontraktor resmi.

Kantor anti-penipuan Uni Eropa, OLAF, memperkirakan bahwa 15 hingga 30 persen pengiriman sampah bisa jadi ilegal, dengan nilai perdagangan mencapai €9,5 miliar per tahun. Uni Eropa sendiri mengirim sekitar 67 juta ton sampah legal per tahun di dalam kawasan dan mengekspor 35,1 juta ton ke luar UE melalui perjanjian resmi. Sampah berbahaya atau yang dikelola sembarangan dapat mencemari tanah, air, dan udara, serta merusak upaya UE menuju ekonomi yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Pengelolaan sampah di Uni Eropa mengikuti Waste Framework Directive yang mewajibkan produsen menanggung biaya pembuangan dan negara anggota melapor secara berkala. Namun, penegakannya sering terkendala karena bergantung pada banyak lembaga di tingkat nasional dan kawasan. Beberapa jenis sampah membutuhkan biaya tinggi untuk diolah secara legal, seperti elektronik, kendaraan bekas, gas berfluorinasi, tekstil, dan plastik berkualitas rendah. Kondisi ini dimanfaatkan kelompok kriminal yang mempekerjakan ahli industri untuk mengambil bagian yang bisa dijual dan membuang sisanya secara ilegal.

Pada Februari lalu, 13 orang ditangkap di Kroasia karena mengimpor 35.000 ton limbah berbahaya dari Italia, Slovenia, dan Jerman. Europol menyebut limbah itu tidak diolah sebagaimana mestinya, melainkan hanya dikubur atau dibuang begitu saja di sedikitnya tiga lokasi. Geng terorganisir tersebut diperkirakan meraup €4 juta dengan memanfaatkan jaringan perusahaan legal untuk memindahkan limbah dan menghindari biaya pengelolaan limbah beracun.

Meski negara anggota Uni Eropa memiliki aturan dan standar yang seragam, kasus di Rumania menunjukkan bahwa tantangan di lapangan bisa sangat berbeda. Penegakan juga rumit karena pergerakan lintas batas di Eropa sangat mudah. “Penegak hukum hanya berinvestasi cukup di beberapa negara anggota,” kata Europol dalam laporan 2022. Karena banyak aktivitas kejahatan lingkungan dilakukan oleh perusahaan legal, kasus-kasus ini sering dilabeli sebagai kejahatan korporasi atau kejahatan kerah putih. Fakta bahwa jaringan kriminal menggunakan bisnis sebagai kedok membuat pelanggaran ini kurang terlihat.

Ketika Eropa berusaha menuju ekonomi yang lebih hijau, kawasan ini masih harus menghadapi segelintir kelompok yang hanya berfokus pada keuntungan finansial. Para pelaku ini mengorbankan kesehatan masyarakat dan lingkungan demi mencari keuntungan. Dengan penegakan hukum yang masih lemah, tantangan ini menjadi semakin kompleks dan membutuhkan perhatian serius dari semua pihak terkait.

TAGGED:Eropa
Share This Article
Twitter Email Copy Link Print
Previous Article Insiden Tiang Listrik Jatuh di Jalan Ruteng-Reo: Mobil Tertimpa, Lalu Lintas Terganggu
Next Article Pertamina Optimis Tambah Lifting 25,5 Juta Barel pada Akhir 2025
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Your Trusted Source for Accurate and Timely Updates!

Our commitment to accuracy, impartiality, and delivering breaking news as it happens has earned us the trust of a vast audience. Stay ahead with real-time updates on the latest events, trends.
FacebookLike
TwitterFollow
InstagramFollow
TiktokFollow
LinkedInFollow
MediumFollow
QuoraFollow
- Advertisement -
Ad image

Popular Posts

Kriteria PLTU yang Layak Padam: Pengganti Cirebon 1

Dalam upaya mengurangi emisi karbon dan meningkatkan efisiensi energi, pemerintah Indonesia tengah mempertimbangkan penggantian Pembangkit…

By Redaksi InfoEnergi

KAI Fasilitasi Relawan Bakti BUMN Batch VIII di Toba, Fokus pada Pendidikan, Ekonomi, dan Lingkungan

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI memfasilitasi kegiatan Relawan Bakti Badan Usaha Milik Negara…

By Redaksi InfoEnergi

Pertamina Hulu Energi Pacu Produksi Migas untuk Kemandirian Energi Nasional

PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream Pertamina menegaskan komitmennya untuk mendukung kemandirian energi…

By Redaksi InfoEnergi

You Might Also Like

Analisa & Opini

Penurunan Penjualan Shell: Sinyal Bearish di Pasar Minyak Kuartal IV 2025

By Redaksi InfoEnergi
Minerba

Produksi Industri Eropa Lumpuh Akibat Kekurangan Rare Earth dari China

By Redaksi InfoEnergi
Analisa & Opini

Produksi Gas Indonesia: 69% Diserap Pasar Domestik, Sebagian Masih Ekspor

By Redaksi InfoEnergi
Analisa & OpiniMinerbaWorld

Pembicaraan Strategis antara Menteri Energi Aljazair dan Libya Menjelang Pertemuan OAPEC di Kuwait

By Redaksi InfoEnergi
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
Facebook Twitter Youtube Rss Medium

Mengenai Kami


InfoEnergi.id adalah platform media terpercaya yang menyajikan informasi terkini seputar sektor energi di Indonesia. Dengan tujuan memberikan wawasan yang akurat dan terverifikasi, situs ini menghadirkan berbagai berita, analisis, dan update terkait perkembangan energi, baik yang bersumber dari fosil, terbarukan, maupun kebijakan energi nasional. Infoenergi.id mengedepankan kualitas informasi yang selalu diperbarui sesuai dengan dinamika industri energi global dan lokal.

Kategori
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Link Lainnya
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Syarat dan Ketentuan Berlaku
  • Iklan
  • Pedoman Siber

Copyright @ InfoEnergi.id – Pusat Informasi Mengenai Energi Indonesia

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?