Sabtu, 14 Mar 2026
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Subscribe
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Search Here
Font ResizerAa
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral IndonesiaInfo Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Energi Terbarukan
  • Kelistrikan
  • CSR
Search
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia > Blog > Analisa & Opini > Prediksi Pembengkakan Kuota LPG 3 Kg Bersubsidi pada 2026
Analisa & Opini

Prediksi Pembengkakan Kuota LPG 3 Kg Bersubsidi pada 2026

Redaksi InfoEnergi
Last updated: 17 Februari 2026 11:03 pm
Redaksi InfoEnergi
Share
SHARE

Ekonom Universitas Andalas, Syafrudin Karimi, memprediksi bahwa kuota gas minyak cair atau liquified petroleum gas (LPG) 3 kilogram (Kg) bersubsidi akan kembali melebar pada tahun 2026. Hal ini terjadi setelah adanya penambahan kuota sebesar 350.000 ton untuk akhir tahun ini. Data beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa realisasi serapan LPG 3 Kg hampir selalu melampaui kuota yang ditetapkan.

Sebagai contoh, pada tahun 2024, serapan Gas Melon melonjak menjadi 8,1 juta ton dari kuota sekitar 8 juta ton. Sementara itu, pada tahun ini, serapan diproyeksikan mencapai 8,3 juta ton dari kuota sebesar 8,17 juta ton. Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026, pemerintah mematok subsidi LPG 3 Kg senilai Rp80,3 triliun dengan proyeksi konsumsi naik sekitar 5%.

Syafrudin memprediksi adanya potensi pembengkakan anggaran subsidi sekitar Rp5—Rp10 triliun jika realisasi serapan tahun depan menyentuh batas atas volume 8,31–8,76 juta ton. “Risiko ke arah penambahan anggaran subsidi tetap besar jika tren overkuota dan kenaikan konsumsi berlanjut, sementara harga energi global berbalik naik,” ujar Syafrudin.

Menurutnya, pola ini memberikan sinyal bahwa strategi memaksa tambahan volume masuk ke pagu lama hanya menjadi solusi sementara. Jika pelebaran volume terus berulang, pemerintah akan dihadapkan pada pilihan untuk menambah anggaran subsidi melalui APBN Perubahan (APBNP) atau memberikan kompensasi menggungung di neraca PT Pertamina (Persero). “Keduanya tetap berarti beban fiskal bertambah, hanya berbeda cara pencatatan,” tegasnya.

Syafrudin menegaskan bahwa pemerintah seharusnya mengakui bahwa kebocoran subsidi masih terus terjadi, sehingga memicu overkuota subsidi LPG 3 Kg. Dia mendorong pemerintah untuk segera melakukan pengetatan penyaluran LPG bersubsidi yang telah dirancang untuk 2026 dan mengoreksi pagu subsidi sesuai dengan pola konsumsi riil. “Tanpa kombinasi pengetatan dan penyesuaian anggaran, tambahan volume pada akhirnya hampir pasti berujung pada penambahan beban fiskal,” ungkapnya.

Syafrudin memandang bahwa penambahan kuota LPG 3 Kg bersubsidi sekitar 350.000 ton untuk akhir tahun ini bisa dilakukan tanpa menambah anggaran subsidi Gas Melon tersebut. Dia menyatakan bahwa jika asumsi harga gas minyak cair dunia dan nilai tukar rupiah saat penyusunan APBN lebih tinggi dibanding realisasi, maka secara teknis masih terdapat anggaran yang bisa dimanfaatkan pemerintah. “Dari sudut pandang politik anggaran, pemerintah tentu tergoda memanfaatkan ruang ini untuk menghindari stigma ‘APBN jebol’.”

Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui usulan penambahan kuota LPG 3 Kg bersubsidi sekitar 350.000 ton untuk akhir tahun ini. Usulan ini disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam rapat terbatas yang dipimpin oleh Prabowo di Istana Negara, Jakarta. Bahlil menjelaskan bahwa penambahan kuota dilakukan untuk mengantisipasi potensi lonjakan permintaan pada momen libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.

Dengan berbagai tantangan yang dihadapi, pemerintah perlu mengambil langkah strategis untuk mengelola subsidi LPG 3 Kg secara efektif. Pengetatan penyaluran dan penyesuaian anggaran menjadi kunci untuk menghindari pembengkakan beban fiskal di masa depan. Selain itu, transparansi dan pengawasan yang lebih ketat diperlukan untuk memastikan bahwa subsidi tepat sasaran dan tidak terjadi kebocoran yang merugikan negara.

Share This Article
Twitter Email Copy Link Print
Previous Article Sorotan Terhadap Morowali Industrial Park: Pelanggaran dan Tantangan Pengawasan
Next Article OPEC+ Bersiap Menilai Pasar Minyak Global di Tengah Tanda Surplus
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Your Trusted Source for Accurate and Timely Updates!

Our commitment to accuracy, impartiality, and delivering breaking news as it happens has earned us the trust of a vast audience. Stay ahead with real-time updates on the latest events, trends.
FacebookLike
TwitterFollow
InstagramFollow
TiktokFollow
LinkedInFollow
MediumFollow
QuoraFollow
- Advertisement -
Ad image

Popular Posts

Pertamina EP Gelar Mini Olympic 2025, Herman Deru Dorong Semangat Karyawan

PT Pertamina EP kembali menyelenggarakan Mini Olympic 2025, kegiatan olahraga internal yang digelar di Dining…

By Redaksi InfoEnergi

Penjualan Saham Blok Tuna Natuna: Harbour Lepas Kepemilikan ke Prime Group

Harbour Energy, salah satu perusahaan energi terkemuka, telah mengumumkan penjualan sahamnya di Blok Tuna Natuna…

By Redaksi InfoEnergi

Divestasi Saham PTFI: Tantangan Indonesia dalam Mengendalikan Freeport

Divestasi 12% saham PT Freeport Indonesia (PTFI) menjadi topik hangat di kalangan pemerhati ekonomi dan…

By Redaksi InfoEnergi

You Might Also Like

Analisa & Opini

Target Lifting Minyak 2025: Bahlil Sampaikan Kepada Prabowo

By Redaksi InfoEnergi
Analisa & Opini

Chevron Tingkatkan Ekspor Minyak Venezuela di Tengah Sanksi AS: Implikasi dan Tantangan

By Redaksi InfoEnergi
Analisa & Opini

Harga Minyak Naik: OPEC+ Tunda Kenaikan Produksi di Tengah Ketegangan Geopolitik

By Redaksi InfoEnergi
Analisa & Opini

Solusi Keberlanjutan Memenuhi Kebutuhan Energi

By Redaksi InfoEnergi
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
Facebook Twitter Youtube Rss Medium

Mengenai Kami


InfoEnergi.id adalah platform media terpercaya yang menyajikan informasi terkini seputar sektor energi di Indonesia. Dengan tujuan memberikan wawasan yang akurat dan terverifikasi, situs ini menghadirkan berbagai berita, analisis, dan update terkait perkembangan energi, baik yang bersumber dari fosil, terbarukan, maupun kebijakan energi nasional. Infoenergi.id mengedepankan kualitas informasi yang selalu diperbarui sesuai dengan dinamika industri energi global dan lokal.

Kategori
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Link Lainnya
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Syarat dan Ketentuan Berlaku
  • Iklan
  • Pedoman Siber

Copyright @ InfoEnergi.id – Pusat Informasi Mengenai Energi Indonesia

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?