Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) melaporkan bahwa upaya pemulihan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh mengalami kendala serius akibat terputusnya jalan penghubung yang disebabkan oleh banjir. Kondisi ini memaksa pihak terkait untuk mencari solusi alternatif guna memastikan distribusi BBM tetap berjalan.
Fathul Nugroho, anggota Komite BPH Migas, menjelaskan bahwa pemulihan pasokan BBM di wilayah Sumatra bagian Utara dilakukan melalui langkah-langkah darurat. Salah satu strategi yang diterapkan adalah alih suplai distribusi dari terminal BBM yang masih dapat diakses untuk memenuhi kebutuhan daerah yang terisolasi.
“BPH Migas berkomitmen untuk memastikan distribusi BBM di wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat tetap berjalan lancar. Kami mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan agar proses normalisasi dapat berlangsung dengan baik,” ujar Fathul dalam pernyataan tertulisnya pada Selasa (2/12/2025).
Sunardi, Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Sumatra Bagian Utara, mengungkapkan bahwa pasokan BBM di Sumatra Barat cukup memadai, namun akses terhambat akibat longsor dan banjir. Di Sumatra Utara, alih suplai dilakukan untuk daerah seperti Padang Sidempuan dan Tarutung, yang sebelumnya disuplai dari Sibolga kini dialihkan dari Dumai.
“Alih suplai dari Dumai melibatkan 4 mobil tangki dengan total 32 kiloliter Pertalite dan 1 mobil tangki berkapasitas 8 kiloliter Solar, dengan jarak tempuh lebih dari 20 jam,” jelas Sunardi. Ia juga menambahkan bahwa pasokan untuk Tarutung diperkuat dari Pematang Siantar dan diharapkan segera pulih.
Di Medan, meskipun antrean panjang masih terjadi, kondisi pasokan BBM berangsur membaik. “Proses pemulihan di Medan sedang berlangsung, stok cukup aman, tinggal distribusi ke SPBU,” tambah Sunardi.
Sementara itu, Danang Agung Saputra, Fuel Terminal Manager Krueng Raya, melaporkan bahwa suplai di wilayah Bireuen, Aceh, dialihkan dari depot Krueng Raya karena jembatan di Kutablang terputus. Pada 29 November 2025, sebanyak 12 unit mobil tangki dengan total 288 kiloliter bensin dikirimkan ke SPBU di Bireuen dan Pidie Jaya. Hingga kini, 900 kiloliter bensin telah dikirimkan untuk wilayah Aceh Besar, Pidie, Banda Aceh, dan Aceh Jaya.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia berencana meninjau lokasi terdampak banjir di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan percepatan pemulihan pasokan BBM dan aliran listrik di kawasan tersebut.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyatakan bahwa beberapa tower dan gardu listrik PT PLN (Persero) juga terdampak banjir. “Pak Menteri akan memeriksa perbaikan infrastruktur listrik di lokasi bencana,” kata Yuliot.
Laode Sulaeman, Direktur Jenderal Migas, menyoroti bahwa Sibolga, Sumatra Utara, merupakan pusat distribusi BBM yang saat ini terganggu akibat jalan yang putus. “Kami harus mencari cara untuk memasok wilayah seperti Padang Sidempuan. Besok kami akan ke sana,” ujarnya.
Kementerian ESDM telah menyiapkan langkah alternatif penyaluran BBM di wilayah terdampak banjir, termasuk penggunaan drum minyak hingga titik pengiriman yang dilanjutkan oleh tim di lapangan. “Kami akan memperbanyak langkah ini,” tutup Laode.
