Pemerintah Malaysia memperketat pengamanan di salah satu fasilitas gas alam cair (LNG) terbesar dunia milik Petroliam Nasional Bhd. (Petronas) di negara bagian Sarawak. Langkah ini dilakukan setelah muncul ancaman serius yang ditujukan terhadap aset vital energi nasional tersebut.
Menurut laporan Bernama, seorang pegawai Petronas di kantor pusat menerima pesan singkat berisi ancaman pembakaran fasilitas LNG. Pesan tersebut diketahui berasal dari nomor ponsel yang terdaftar di Indonesia. Wakil Perdana Menteri Malaysia, Fadillah Yusof, menegaskan bahwa ancaman ini tidak bisa dianggap enteng dan telah memicu respons cepat dari pemerintah serta otoritas keamanan.
Sebagai perusahaan migas nasional, Petronas memiliki peran penting dalam perekonomian Malaysia. Fasilitas LNG di Sarawak tidak hanya menjadi salah satu pemasok utama energi domestik, tetapi juga penopang ekspor energi Malaysia ke pasar internasional. Karena itu, keamanan operasionalnya diprioritaskan oleh pemerintah.
Petronas kini tengah bekerja sama erat dengan aparat terkait untuk memperkuat pengamanan fasilitas. Berbagai langkah mitigasi ditempuh, mulai dari peningkatan patroli, pemasangan sistem pemantauan tambahan, hingga koordinasi dengan lembaga penegak hukum guna menelusuri sumber ancaman.
Fadillah Yusof menegaskan bahwa pemerintah Malaysia tidak akan berkompromi dengan ancaman yang berpotensi mengganggu stabilitas energi nasional. Dengan dukungan penuh aparat keamanan, fasilitas LNG Petronas di Sarawak dipastikan akan tetap terlindungi dan beroperasi normal.
