Kamis, 14 Mei 2026
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Subscribe
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Search Here
Font ResizerAa
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral IndonesiaInfo Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Energi Terbarukan
  • Kelistrikan
  • CSR
Search
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia > Blog > Energi Terbarukan > PLN Berambisi Optimalisasi Energi Hijau 35 Persen pada 2034
Energi TerbarukanWorld

PLN Berambisi Optimalisasi Energi Hijau 35 Persen pada 2034

Redaksi InfoEnergi
Last updated: 12 Desember 2024 12:34 pm
Redaksi InfoEnergi
Share
SHARE

Jakarta, Indonesia – PT PLN (Persero) menargetkan peningkatan penggunaan energi terbarukan hingga 35 persen pada tahun 2034, sementara porsi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) akan dikurangi dari 60 persen menjadi 45 persen. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Perencanaan Sistem dan Transmisi PLN, Evy Haryadi, dalam diskusi bertajuk “Listrik untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen” di Indonesia Policy Dialogue, Jakarta, Rabu, 11 Desember.

Menurut Evy, saat ini pembangkit listrik energi terbarukan PLN mencapai 13 persen. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas diperlukan untuk memastikan kebutuhan dan ketahanan energi guna mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen per tahun.

“Saat ini, ada tiga hal yang dibutuhkan, yaitu bagaimana mencapai emisi nol bersih, melaksanakan mandat presiden untuk keamanan energi, dan bagaimana memastikan keterjangkauan biaya listrik,” ujar Evy, dikutip dari Antara.

Evy menyatakan bahwa PLN berencana mengembangkan pembangkit listrik tenaga panas bumi dan pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Namun, karena kedua energi ini memerlukan pengembangan jangka panjang, diperlukan rencana jangka menengah melalui pembangunan pembangkit listrik tenaga gas (PLTG).

Menurut Evy, PLTG akan disesuaikan dengan target energi terbarukan, sementara diperkuat oleh pembangkit cepat seperti pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). PLN juga sedang melakukan tender untuk gasifikasi bahan bakar atau pembangkit listrik tenaga diesel.

“Kami juga menyelesaikan beberapa pengembangan PLTS di Singkarak (Sumatera Barat) dan Saguling (Jawa Barat) sebesar 60 megawatt (MW) dan Karajates (Jawa Timur) sebesar 100MW,” kata Evy.

Sementara itu, untuk pengembangan jangka panjang PLTA dan sistem transmisi, Evy menjelaskan, PLN mencari potensi kerjasama pendanaan jangka panjang dengan biaya rendah, serta penggunaan dana komersial.

Koordinator Perencanaan Pembangkitan Listrik Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Pramudya, mengatakan bahwa pemerintah juga menyesuaikan rencana jangka panjang Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) untuk transisi energi. Saat ini, RUKN sedang dalam proses pembahasan di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

“Untuk mencapai emisi nol bersih, di masa depan kita membutuhkan pembangkit sebesar 443 gigawatt (GW) pada tahun 2030, mayoritas dari energi terbarukan,” kata Pramudya.

Hal ini tidak terlepas dari kebutuhan energi untuk mendukung sektor industri, terutama kebijakan hilirisasi yang diluncurkan pemerintah untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen. Menurut Pramudya, hilirisasi juga mendukung proses transisi energi.

“Hilirisasi produk nikel adalah baterai yang mendukung pengembangan Energi Variabel seperti PLTS dan PLTB yang memerlukan penyimpanan listrik dalam baterai,” ujar Pramudya.

Menurutnya, rencana transisi energi telah dibahas sejak 2021. Pemerintah dan pemangku kepentingan juga telah membahas bagaimana mengurangi porsi energi fosil seperti batu bara sambil meningkatkan kapasitas energi terbarukan.

Ketua Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia, Arthur Simatupang, mendukung langkah pemerintah dan PLN. Dia mengatakan permintaan pasar untuk pasokan energi terbarukan semakin besar.

“Ada beberapa perusahaan global yang menjadi anggota RE100 secara khusus meminta saya untuk menyediakan tarif premium, tetapi menjamin 100 persen pasokan listrik dari energi terbarukan,” katanya.

Selain itu, Arthur juga melihat pengembangan energi terbarukan memanfaatkan potensi besar Indonesia, menjadi peluang investasi, dan menciptakan lapangan kerja.

TAGGED:Energi HijauPLN
Share This Article
Twitter Email Copy Link Print
Previous Article Produksi Gas Alam AS: Lima Negara Bagian Kuasai Pasar di Tahun 2023
Next Article Indonesia Menuju Transformasi Energi: Langkah Menuju Emisi Nol Bersih pada 2060
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Your Trusted Source for Accurate and Timely Updates!

Our commitment to accuracy, impartiality, and delivering breaking news as it happens has earned us the trust of a vast audience. Stay ahead with real-time updates on the latest events, trends.
FacebookLike
TwitterFollow
InstagramFollow
TiktokFollow
LinkedInFollow
MediumFollow
QuoraFollow
- Advertisement -
Ad image

Popular Posts

Rumania Menghadapi Ancaman Meningkat dalam Keamanan Pasokan Listrik

Rumania kini dihadapkan pada ancaman yang kian meningkat terkait keamanan pasokan listriknya, seiring dengan lonjakan…

By Redaksi InfoEnergi

Pengelolaan Hak Partisipasi Migas 10 Persen di Northwest Natuna oleh BUMD Kepri

INFOENERGI.ID - Tanjungpinang: Provinsi Kepulauan Riau kini melangkah maju dengan pengelolaan hak partisipasi migas sebesar…

By Redaksi InfoEnergi

Kolaborasi Sinergis Kadin dan Pengusaha Tiongkok Dukung Inisiatif Makan Bergizi Gratis

Jakarta - Ketua Kadin Indonesia Komite Tiongkok (KIKT), Garibaldi 'Boy' Thohir, mengumumkan bahwa Kadin dan…

By Redaksi InfoEnergi

You Might Also Like

Analisa & OpiniOpinionTechnologyWorld

Generasi Beta: Menyongsong Era Baru Anak-Anak di Tahun 2025

By Redaksi InfoEnergi
Energi Terbarukan

Smelter Baru Freeport: Tantangan dan Prospek Operasional di Kuartal II 2026

By Redaksi InfoEnergi
Energi Terbarukan

PLTP Energi Baru Terbarukan yang Menjanjikan di Jawa dan Sumatra

By Redaksi InfoEnergi
Energi Terbarukan

OPEC+ Pertimbangkan Kenaikan Produksi Minyak Desember Mendatang

By Redaksi InfoEnergi
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
Facebook Twitter Youtube Rss Medium

Mengenai Kami


InfoEnergi.id adalah platform media terpercaya yang menyajikan informasi terkini seputar sektor energi di Indonesia. Dengan tujuan memberikan wawasan yang akurat dan terverifikasi, situs ini menghadirkan berbagai berita, analisis, dan update terkait perkembangan energi, baik yang bersumber dari fosil, terbarukan, maupun kebijakan energi nasional. Infoenergi.id mengedepankan kualitas informasi yang selalu diperbarui sesuai dengan dinamika industri energi global dan lokal.

Kategori
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Link Lainnya
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Syarat dan Ketentuan Berlaku
  • Iklan
  • Pedoman Siber

Copyright @ InfoEnergi.id – Pusat Informasi Mengenai Energi Indonesia

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?