Sabtu, 15 Agu 2026
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Subscribe
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Search Here
Font ResizerAa
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral IndonesiaInfo Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Energi Terbarukan
  • Kelistrikan
  • CSR
Search
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia > Blog > Kelistrikan > Bahaya Tersembunyi di Balik Pengisi Daya Cepat Mobil Listrik
Kelistrikan

Bahaya Tersembunyi di Balik Pengisi Daya Cepat Mobil Listrik

Redaksi InfoEnergi
Last updated: 25 Juli 2025 8:48 pm
Redaksi InfoEnergi
Share
SHARE

Kendaraan listrik (EV) semakin populer sebagai solusi ramah lingkungan untuk mengurangi emisi karbon. Namun, studi terbaru dari University of California, Los Angeles (UCLA) mengungkapkan sisi lain dari teknologi ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi pengisian daya cepat mobil listrik dapat menjadi sumber polusi udara yang tidak disadari sebelumnya.

Dalam studi tersebut, para peneliti menemukan bahwa udara di sekitar stasiun pengisian daya cepat memiliki konsentrasi partikel halus (fine particulate matter) hampir dua kali lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata polusi udara di daerah perkotaan. Partikel ini dapat berbahaya bagi kesehatan, terutama sistem pernapasan, jika terhirup secara terus-menerus.

Pengisi daya cepat memerlukan daya listrik besar dalam waktu singkat, yang sering kali masih dipasok oleh pembangkit listrik berbahan bakar fosil seperti batu bara dan gas alam. Beban listrik yang tinggi ini berkontribusi pada peningkatan emisi karbon dari sumber pembangkitan. Selain itu, aktivitas kendaraan di sekitar lokasi pengisian, termasuk kendaraan pengantar dan sistem pendingin, juga dapat menyumbang partikel halus ke udara.

Partikel halus yang dilepaskan di area pengisi daya cepat berpotensi membahayakan lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar. Paparan jangka panjang terhadap partikel halus telah dikaitkan dengan penyakit pernapasan, jantung, dan bahkan gangguan perkembangan pada anak-anak.

Untuk meminimalkan dampak negatif ini, penting untuk mengintegrasikan sumber energi terbarukan dalam sistem pengisian daya kendaraan listrik. Selain itu, stasiun pengisian daya cepat perlu dirancang dengan ventilasi yang baik dan ditempatkan di area yang tidak padat penduduk. Pemerintah juga perlu mendorong penerapan teknologi rendah emisi serta memantau kualitas udara di sekitar infrastruktur EV.

Meskipun kendaraan listrik menjanjikan masa depan yang lebih hijau, studi dari UCLA mengingatkan bahwa adopsi teknologi ini tetap harus disertai dengan kesadaran terhadap potensi dampak lingkungannya. Dengan pendekatan yang tepat, transisi ke kendaraan listrik dapat benar-benar mendukung upaya mengurangi emisi dan menciptakan udara yang lebih bersih.

TAGGED:Baterai EVEmisi karbonMobil Listrik
Share This Article
Twitter Email Copy Link Print
Previous Article Energi Terbarukan Semakin Kompetitif sebagai Sumber Listrik Termurah
Next Article PLN dan Kementerian ESDM Genjot Pemerataan Listrik di Daerah 3T Lewat Program Lisdes
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Your Trusted Source for Accurate and Timely Updates!

Our commitment to accuracy, impartiality, and delivering breaking news as it happens has earned us the trust of a vast audience. Stay ahead with real-time updates on the latest events, trends.
FacebookLike
TwitterFollow
InstagramFollow
TiktokFollow
LinkedInFollow
MediumFollow
QuoraFollow
- Advertisement -
Ad image

Popular Posts

Regulasi Baru Impor Migas Pertamina dari AS Tanpa Lelang

Pemerintah Indonesia saat ini tengah menyusun regulasi baru yang memungkinkan PT Pertamina (Persero) untuk mengimpor…

By Redaksi InfoEnergi

Levitra Dosierung: Wissenswertes über die richtige Anwendung

Levitra, der Wirkstoff Vardenafil, wird zur Behandlung von erektiler Dysfunktion eingesetzt. Die richtige Dosierung ist…

By Redaksi InfoEnergi

Indonesia Bersiap Menuju Era Energi Nuklir, Rencana 7 GW hingga 2040

Direktur Utama PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengungkapkan rencana pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) hingga…

By Redaksi InfoEnergi

You Might Also Like

Kelistrikan

Penjelasan Menteri Bahlil Subsidi Listrik 2026 Naik Jadi Rp 101,72 Triliun

By Redaksi InfoEnergi
Kelistrikan

Proyek Energi Geotermal di Indonesia, Mengapa Masih Tertatih?

By Redaksi InfoEnergi
Kelistrikan

PLN Memperkuat Kelistrikan Maluku dengan BMMP Nusantara 1

By Redaksi InfoEnergi
Kelistrikan

Harga Listrik Grosir Tinggi di Eropa Timur: Normalitas Baru yang Mengkhawatirkan

By Redaksi InfoEnergi
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
Facebook Twitter Youtube Rss Medium

Mengenai Kami


InfoEnergi.id adalah platform media terpercaya yang menyajikan informasi terkini seputar sektor energi di Indonesia. Dengan tujuan memberikan wawasan yang akurat dan terverifikasi, situs ini menghadirkan berbagai berita, analisis, dan update terkait perkembangan energi, baik yang bersumber dari fosil, terbarukan, maupun kebijakan energi nasional. Infoenergi.id mengedepankan kualitas informasi yang selalu diperbarui sesuai dengan dinamika industri energi global dan lokal.

Kategori
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Link Lainnya
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Syarat dan Ketentuan Berlaku
  • Iklan
  • Pedoman Siber

Copyright @ InfoEnergi.id – Pusat Informasi Mengenai Energi Indonesia

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?