Pemerintah Australia sedang mempertimbangkan kebijakan untuk mewajibkan alokasi sebagian produksi gas alam untuk pasar domestik. Langkah ini bertujuan untuk menyeimbangkan pasokan gas dalam negeri dengan ekspor yang menguntungkan. Rencana ini didukung oleh raksasa migas seperti Santos, Shell Plc, dan Woodside Energy Group Ltd.
Meskipun Australia merupakan salah satu eksportir gas alam cair (LNG) terbesar di dunia, ada kekhawatiran tentang potensi kekurangan pasokan di dalam negeri, terutama di wilayah timur dan tenggara. Para produsen LNG yang meraup miliaran dolar dari ekspor dikritik karena memprioritaskan pasar luar negeri.
Para pemangku kepentingan, termasuk perusahaan migas tersebut, menekankan bahwa kebijakan ini harus disertai dengan insentif untuk investasi pada pasokan dan infrastruktur. Santos mendukung skema wajib alokasi gas untuk proyek-proyek baru. Shell setuju jika ada reformasi regulasi yang lebih luas, sementara Woodside menekankan bahwa kebijakan harus disesuaikan dengan kebutuhan regional.
Saat ini, hanya Australia Barat yang memiliki aturan reservasi gas, yang mewajibkan produsen LNG menyisihkan hingga 15% produksi untuk pasar lokal. Pemerintah Australia sedang meninjau aturan pasar gas dan akan menyelesaikan laporannya sebelum akhir tahun.
