Rabu, 4 Feb 2026
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Subscribe
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Search Here
Font ResizerAa
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral IndonesiaInfo Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Energi Terbarukan
  • Kelistrikan
  • CSR
Search
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
  • Infografis & Data
  • Kebijakan & Regulasi
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia > Blog > Energi Terbarukan > Peresmian Pabrik Petrokimia PT Lotte Chemical Indonesia: Langkah Strategis Kurangi Impor Migas
Energi Terbarukan

Peresmian Pabrik Petrokimia PT Lotte Chemical Indonesia: Langkah Strategis Kurangi Impor Migas

Redaksi InfoEnergi
Last updated: 7 November 2025 7:29 pm
Redaksi InfoEnergi
Share
SHARE

Presiden Prabowo Subianto meresmikan pabrik petrokimia baru milik PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) di Cilegon, Banten, pada Kamis (6/11/2025). Pabrik ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak dan gas (migas) hingga mencapai US$1,4 miliar atau sekitar Rp23,42 triliun, berdasarkan asumsi kurs Rp16.729.

Dalam acara peresmian tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa pabrik ini mampu memproduksi produk hilirisasi migas senilai US$2 miliar per tahun atau sekitar Rp33,46 triliun. Dari jumlah tersebut, US$1,4 miliar atau sekitar Rp23,42 triliun akan menjadi substitusi impor, sementara US$600 juta atau sekitar Rp10,04 triliun akan berkontribusi pada peningkatan ekspor Indonesia.

Bahlil menambahkan bahwa 70% dari total kapasitas produksi pabrik akan dipasarkan di dalam negeri, sedangkan 30% sisanya akan diekspor. “Dengan adanya pabrik ini, kita tidak lagi mengimpor secara besar-besaran seperti tahun sebelumnya,” ujar Bahlil dalam sambutannya.

Proyek ini merupakan hasil investasi dari perusahaan asal Korea Selatan dengan nilai mencapai US$3,9 miliar atau sekitar Rp62,4 triliun. Pabrik ini memiliki kapasitas untuk mengolah bahan baku naphta sebesar 3.200 kiloton per tahun (kTA), dengan tambahan gas minyak cair atau liquified petroleum gas (LPG) sebesar 0%—50% sebagai bahan pendukung.

Dari bahan baku tersebut, naphta diolah menjadi produk hulu seperti ethylene sebesar 1.000 kTA, propylene sebesar 520 kTA, mixed C4 sebesar 320 kTA, pyrolysis gasoline sebesar 675 kTA, pyrolysis fuel oil sebesar 26 kTA, dan hydrogen sebesar 45 kTA. Produk hilirnya meliputi high density polyethylene (HDPE) sebanyak 250 kTA, linear low density polyethylene (LLDPE) sebanyak 200 kTA, polypropylene (PP) sebanyak 350 kTA, butadiene sebanyak 140 kTA, raffinate sebanyak 180 kTA, serta benzene, toluene, dan xylene (BTX) dengan total kapasitas 400 kTA.

Produk-produk yang dihasilkan pabrik ini akan menjadi bahan baku untuk pembuatan botol plastik, kabel, bumper mobil, peralatan medis, ban, karet sintetis, pembasmi serangga, dan cat. Berdasarkan data Kementerian ESDM, proyek ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan impor produk petrokimia, di mana saat ini lebih dari 50% kebutuhan nasional masih dipenuhi dari luar negeri.

Selain itu, Kementerian ESDM memperkirakan proyek ini dapat menciptakan sekitar 40 ribu lapangan kerja, baik secara langsung maupun tidak langsung selama tahap konstruksi dan operasional.

Pabrik ini sempat mengalami kendala sejak 2016, namun proyek kompleks petrokimia ini akhirnya memulai konstruksi pada 2022. Saat ini, progres pembangunan telah mencapai 97,8% dan diharapkan dapat memulai produksi pada Maret 2025 serta melakukan ekspor pada Mei 2025.

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani menyebut bahwa pembangunan pabrik ini sempat terkendala oleh berbagai perizinan. “Pembangunannya sudah dimulai dengan groundbreaking pada 2018, tetapi ada masalah pertanahan yang kini sudah terselesaikan, sehingga pembangunan bisa dilanjutkan dan pabrik diharapkan selesai pada awal 2025,” kata Rosan.

Dengan peresmian pabrik ini, Indonesia mengambil langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan impor migas dan meningkatkan daya saing produk petrokimia di pasar internasional.

Share This Article
Twitter Email Copy Link Print
Previous Article Proses Pelaporan RKAB 2026: Langkah Strategis Kementerian ESDM
Next Article Proyek Hilirisasi dan Ketahanan Energi: Langkah Strategis BPI Danantara
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Your Trusted Source for Accurate and Timely Updates!

Our commitment to accuracy, impartiality, and delivering breaking news as it happens has earned us the trust of a vast audience. Stay ahead with real-time updates on the latest events, trends.
FacebookLike
TwitterFollow
InstagramFollow
TiktokFollow
LinkedInFollow
MediumFollow
QuoraFollow
- Advertisement -
Ad image

Popular Posts

Dampak Ketergantungan Gas pada Pembangkit Listrik: Beban Ekonomi dan Lingkungan bagi Indonesia

JAKARTA – RUPTL PLN 2025–2034 memuat rencana penambahan kapasitas pembangkit berbahan bakar gas sekitar 10,3…

By Redaksi InfoEnergi

Elnusa Teguhkan Komitmen Dukung Ketahanan Energi Nasional di Hari Lahir Pancasila

Momentum Hari Lahir Pancasila sebagai Pengingat Komitmen Dalam peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni…

By Redaksi InfoEnergi

Kenaikan Saham First Solar Inc. dan Dampak Tarif Baru pada Industri Surya AS

INFOENERGI.ID - Saham First Solar Inc., perusahaan energi surya yang berpusat di Amerika Serikat, mengalami…

By Redaksi InfoEnergi

You Might Also Like

Energi Terbarukan

Rio Tinto Pangkas Produksi Alumina di Yarwun: Tantangan Kapasitas Limbah

By Redaksi InfoEnergi
Energi Terbarukan

Pemerintah Perkuat Swasembada Pangan dan Energi, INDEF Tegaskan Urgensi untuk Ketahanan Nasional dan Ekonomi

By Redaksi InfoEnergi
Energi Terbarukan

Pertamina Klaim Telah Periksa 560 SPBU di Jawa Timur Usai Keluhan Konsumen

By Redaksi InfoEnergi
Energi Terbarukan

IOC India Cari Pasokan Minyak Baru: Fokus pada Campuran Rusia dan Sulfur Rendah

By Redaksi InfoEnergi
Info Energi - Sumber Informasi Energi dan Mineral Indonesia
Facebook Twitter Youtube Rss Medium

Mengenai Kami


InfoEnergi.id adalah platform media terpercaya yang menyajikan informasi terkini seputar sektor energi di Indonesia. Dengan tujuan memberikan wawasan yang akurat dan terverifikasi, situs ini menghadirkan berbagai berita, analisis, dan update terkait perkembangan energi, baik yang bersumber dari fosil, terbarukan, maupun kebijakan energi nasional. Infoenergi.id mengedepankan kualitas informasi yang selalu diperbarui sesuai dengan dinamika industri energi global dan lokal.

Kategori
  • Home
  • Migas
  • Minerba
  • Kelistrikan
  • Energi Terbarukan
  • CSR
  • Analisa & Opini
Link Lainnya
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Syarat dan Ketentuan Berlaku
  • Iklan
  • Pedoman Siber

Copyright @ InfoEnergi.id – Pusat Informasi Mengenai Energi Indonesia

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?